Menuju konten utama

Kementrans Dorong Skema Transmigrasi Mandiri Tanpa Paksaan

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman menegaskan program transmigrasi kini fokus pada skema mandiri lewat pendekatan ekonomi di Indonesia Timur.

Kementrans Dorong Skema Transmigrasi Mandiri Tanpa Paksaan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menjawab pertanyaan awak media di sela Open House 24 Jam Penuh di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Sabtu (18/10/2025). ANTARA/Harianto

tirto.id - Kementerian Transmigrasi kini tengah menggodok transformasi besar-besaran pada program transmigrasi dengan mengedepankan pendekatan ekonomi. Langkah ini diambil sebagai bentuk perubahan atas paradigma lama di mana program perpindahan penduduk kerap dinilai dilakukan secara paksa.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan, ke depan pemerintah akan memprioritaskan skema transmigrasi mandiri dengan memaksimalkan potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah tujuan.

"Kami yakin jika yang hadir di kawasan transmigrasi itu adalah SDM-SDM unggul maka tujuan dari penciptaan ekosistem ekonomi baru tersebut bisa terwujud. Dan perpindahan penduduknya itu tidak lagi dipaksakan tetapi akan berjalan alamiah, transmigrasi mandiri," kata Iftitah dalam sebuah acara di Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026).

Sebagai motor penggerak transformasi ini, Kementrans meluncurkan program "Transmigrasi Patriot". Program ini melibatkan kalangan akademisi dan mahasiswa untuk melakukan riset mendalam sekaligus program pengabdian masyarakat di berbagai daerah penempatan.

"Kami melaksanakan kegiatan ini adalah dalam rangka sosialisasi kegiatan Transmigrasi Patriot yang merupakan kelanjutan dari kegiatan Transmigrasi Patriot di tahun yang lalu. Di tahun yang lalu kita menerjunkan 2.000 peneliti ke 154 kawasan transmigrasi. Kemudian tahun ini kita lakukan riset ditambah pengabdian masyarakat. Jadi tidak hanya berhenti pada penelitian tetapi juga ada pengabdian masyarakatnya," jelasnya.

Iftitah menambahkan bahwa kehadiran SDM unggul dari lingkungan kampus di kawasan transmigrasi menjadi kunci utama untuk menstimulasi roda ekonomi lokal.

Melalui strategi ini, masyarakat diharapkan akan tertarik untuk pindah secara sukarela tanpa perlu menyedot anggaran negara yang besar untuk biaya mobilisasi.

"Bahkan tidak perlu negara mengeluarkan biaya untuk memindahkan orang karena kita dengan strategi 'ada gula ada semut' bisa menghasilkan penciptaan ekonomi baru di mana orang-orang terus kemudian akan berkumpul di titik-titik pertumbuhan ekonomi yang baru tersebut," tegasnya.

Untuk saat ini, fokus wilayah penempatan diarahkan ke area timur Indonesia demi menyelaraskan dengan prioritas pembangunan nasional. Kementrans mencatat ada 1.458 personel yang diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi terpilih, mengacu pada instruksi Kementerian Bappenas untuk mengutamakan 45 kawasan transmigrasi utama di Indonesia Timur.

"Kami juga fokus kepada pengentasan kemiskinan utamanya di kawasan Indonesia Timur. Kemudian juga kami juga melakukan efisiensi anggaran di mana yang tadinya hanya untuk penelitian sekarang ini kami juga berikan semacam budget untuk melakukan pengabdian masyarakatnya. Misalkan ada sarana air bersih yang belum terbangun kita lakukan pengadaan sarana air bersih, jalan, dan jembatan," imbuhnya.

Baca juga artikel terkait TRANSMIGRASI atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Rina Nurjanah