Menuju konten utama

Kementerian PKP akan Gentengisasi 52 Rumah di Menteng Tenggulun

Kementerian PKP ingin menyulap kawasan tersebut menjadi kawasan yang menarik, rapi, bersih, tertib, dan bernilai ekonomi.

Kementerian PKP akan Gentengisasi 52 Rumah di Menteng Tenggulun
Ilustrasi Genteng Rumah. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan melaksanakan program gentengisasi untuk 52 rumah di kawasan padat penduduk, yakni di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Proses gentengisasi dilakukan bersamaan dengan penataan kawasan padat penduduk di Menteng Tenggulun.

Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menyebutkan proses gentengisasi sekaligus penataan kawasan itu akan berlangsung setelah Lebaran 2026. Rencananya, proses itu rampung pada Juni atau Juli 2026.

"InsyaAllah nanti ini akan ada 52 rumah yang direnovasi. Jadi, rumah tidak layak huni, kami renovasi, sehingga kemudian menjadi layak huni," ucapnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (25/2/2026).

Sri menyebutkan Kementerian PKP telah mencari corporate social responsibility (CSR) untuk membiayai program gentengisasi serta penataan kawasan tersebut. Akan tetapi, ia enggan mengungkapkan berapa jumlah CSR yang akan digelontorkan untuk Menteng Tenggulun.

Dalam kesempatan itu, Sri menyatakan tak semua permukiman di kawasan Menteng tertolong sebagai kawasan elite. Mengingat, Menteng terkenal sebagai salah satu kawasan elite Jakarta.

Menurut dia, dari 10 RW yang ada di Menteng, enam RW di antaranya merupakan kawasan padat penduduk.

"Kita tahu Menteng biasanya adalah daerah elite begitu ya. Jadi rupanya dari 25.000 orang itu, 5.000-nya saja yang ada di kawasan elite, selebihnya adalah ada di kawasan yang padat ini," tutur Sri.

Ia menambahkan proses gentengisasi serta penataan kawasan akan dibantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta serta Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.

"Kami mau menyulap kawasan yang tadinya padat, kumuh, nanti menjadi kawasan yang menarik, rapi, bersih, tertib, dan juga ada nilai ekonomi di dalamnya. Nanti ini akan jadi percontohan. InsyaAllah juga di tempat-tempat lain kita akan terapkan seperti ini," urai Sri.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama