Menuju konten utama

Kemensos Ajak Pengusaha Berkolaborasi Sukseskan Sekolah Rakyat

Wamensos Agus Jabo mengajak para pelaku usaha ikut serta menyukseskan Sekolah Rakyat melalui program CSR. 

Kemensos Ajak Pengusaha Berkolaborasi Sukseskan Sekolah Rakyat
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat berdiskusi dengan pengurus Yayasan Amanah Bangun Negeri dan Forum CSR Indonesia di kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (26/6/2025). Pertemuan ini menjadi titik awal membangun kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk menyukseskan Sekolah Rakyat. (FOTO/dok. Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto akan resmi meluncur pada Juli mendatang, saat tahun ajaran baru 2025/2026 dimulai. Sekolah Rakyat dirancang sebagai bagian dari langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas-sektor untuk menyukseskan program ini, termasuk dengan partisipasi pengusaha.

"Kalau bisa kita kolaborasikan negara dan sektor swasta, sekecil apa pun kontribusinya, dampaknya akan luar biasa," kata Agus Jabo pada Kamis (26/6/2025).

Agus Jabo menyampaikan pernyataan itu saat menerima kunjungan Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri, Zuraida Hamdie, beserta dengan Ketua Umum Forum CSR Indonesia, Mahir Bayasut, dalam pertemuan audiensi di kantor Kemensos, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Agus Jabo menjelaskan Sekolah Rakyat tak hanya memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak keluarga miskin. Program ini juga disertai langkah pemberdayaan untuk menyejahterakan warga miskin.

"Kita berangkat dari data orang tua siswa yang sudah pasti teridentifikasi di DTSEN. Anaknya disekolahkan, orangtua diberdayakan, dan rumahnya kita benahi. Kehidupannya kita perbaiki," ujar Agus Jabo.

Dia menerangkan, saat ini 100 lokasi Sekolah Rakyat telah disiapkan, memanfaatkan aset milik Kemensos. Sekolah-sekolah itu ditargetkan menampung 9.755 siswa pada tahap awal pembukaan, dan akan terus bertambah secara bertahap. Ribuan siswa Sekolah Rakyat tadi mulai menjalani masa orientasi pada 14 Juli 2025 dan langsung menempati fasilitas asrama yang tersedia.

Sementara itu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, rencana penambahan 100 Sekolah Rakyat lagi masih terus dimatangkan. Dengan penambahan ini, Kemensos menargetkan jumlah siswa yang belajar di Sekolah Rakyat tahun ini mencapai lebih dari 20 ribu orang, didukung oleh 2.180 guru dan 4.069 tenaga kependidikan.

Agar dampak program tersebut bisa lebih luas, Agus Jabo menekankan pentingnya pelaku usaha terlibat menyukseskan Sekolah Rakyat melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Dia berharap, ke depan akan terbentuk ekosistem kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal dalam memberdayakan masyarakat miskin.

"Kita tidak bisa kerja sendiri. Harus bareng-bareng, saling isi. Karena yang kita kejar bukan hanya target, tapi masa depan mereka," kata Agus Jabo.

Ajakan kolaborasi dari Wamensos Agus Jabo disambut baik oleh Ketua Umum Forum CSR Indonesia, Mahir Bayasut. Dia menyatakan Forum CSR siap mendukung program tersebut.

"Kita bisa mulai dari talk show atau diskusi yang melibatkan dunia usaha, agar pemahaman tentang program seperti Sekolah Rakyat ini menyebar dengan baik dan membuka ruang kontribusi konkret," ujar dia.

Zuraida Hamdie juga menyatakan dukungannya. Dia memastikan Yayasan Amanah Bangun Negeri siap mendukung program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan.

"Kami siap ikut serta di dalam program besar ini, terutama di wilayah operasional kami seperti Kalimantan Selatan," ujar dia.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis