tirto.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap kementeriannya menyiapkan beberapa skema untuk menekan biaya penerbangan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi. Adapun salah satunya menyewa pesawat secara multiyears selama tiga tahun ke depan.
“Pertama, melakukan penyewaan pesawat secara multi-years selama 3 tahun ke depan dalam rangka menjamin ketersediaan pesawat haji,” ujar Dahnil di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Selanjutnya, pihaknya berencana untuk menetapkan harga avtur di semua bandara embarkasi agar sama dengan harga terendah, yaitu di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Skema ini pernah diterapkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun lalu.
Pasalnya, harga avtur di Bandara Soetta adalah yang terendah di Indonesia. Untuk itu, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk penerapannya.
“Mengkoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait seperti Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Pertamina untuk penerapan skema satu harga avtur di semua bandara embarkasi, menyamakan dengan harga di Bandara Soetta,” kata Dahnil.
Berikutnya, Kementerian Haji dan Umrah akan memberikan peluang kepada maskapai penerbangan untuk memanfaatkan pesawat kosong, dengan mengangkut penumpang umum atau kargo selama tidak mengganggu jadwal penerbangan.
Kemudian, Dahnil menyebut pemerintah sedang menyiapkan skema agar maskapai yang bertugas memberangkatkan jemaah haji dari Indonesia, juga bisa menerbangkan wisatawan asal Arab Saudi ke Tanah Air.
“Kami sudah mulai berbicara beberapa bulan belakangan terkait skema agar pesawat-pesawat carter kita itu bisa juga mengangkut wisatawan dari Arab Saudi,” terangnya.
Dahnil melihat wisatawan dari Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia masih sangat minim, yakni sekitar 120 ribu per tahun. Padahal, jumlah jemaah haji asal Indonesia yang berkunjung ke Arab Saudi bisa mencapai 3 juta orang, yakni yang sedang beribadah umrah dan haji.
“Oleh sebab itu, kami mendorong Kementerian Pariwisata untuk melakukan promosi wisata di wilayah Arab Saudi. Kementerian Pariwisata sudah mulai membentuk task force bersama Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan promosi wisata di Arab Saudi dilakukan secara maksimal,” katanya.
Dahnil menambahkan, Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana dan Kementerian Haji dan Umrah telah menyepakati untuk melakukan kerjasama dengan pemerintah Arab Saudi.
“Ibu Menpar dengan Kementerian Haji bersepakat melakukan negosiasi bersama Kemenpar Arab Saudi maupun Kementerian Haji pada bulan November ini, agar promosi wisata Indonesia bisa dilakukan secara masif di Arab Saudi, baik pada musim haji maupun sebelum musim haji,” kata Dahnil.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































