tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan menggunakan hotel sebagai embarkasi dan debarkasi bagi calon jemaah haji di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya untuk penyelenggaraan haji 2026. Hotel yang digunakan adalah Novotel dan Ibis Yogyakarta.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan penggunaan hotel ini bekerja sama dengan pemerintah provinsi Yogyakarta. Terlebih, Menhaj, Mochamad Irfan Yusuf, juga telah bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.
“Kemarin juga Pak Menteri bertemu dengan Sultan bicara terkait dengan Yogyakarta. Kami menggunakan fasilitas hotel. Nah ini memang uji kebaruan, jadi kami menggunakan fasilitas hotel yang dekat dengan bandara,” tutur Dahnil usai melantik lebih pejabat struktural Kementerian Haji dan Umrah di Masjid Al-Ikhlas, Kemenag, Jakarta Pusat pada Jumat (28/11/2025).
Dahnil menegaskan meski menggunakan hotel, tidak ada tambahan biaya bagi jemaah dan harga layanan tetap setara dengan tarif Asrama Haji. Karena itu Dahnil mengingatkan jemaah agar waspada apabila ada pihak yang mencoba meminta biaya tambahan.
“Jadi nanti kalau jemaah ada yang minta tambahan uang, itu enggak benar. Jadi, tidak ada tambahan, sama dengan fasilitas Asrama Haji harganya,” katanya.
Sementara itu, Dahnil memastikan bahwa penggunaan hotel tidak berarti kantor atau operasional Kemenhaj cabang Yogyakarta akan berada di lokasi yang sama.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), RI Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi DI Yogyakarta hari, Kamis (27/11/2025). Kunjungan itu untuk meninjau dan memastikan fasilitas layanan hotel jemaah dalam rangka persiapan penyelenggaraan haji 1447H/2026M.
Menurut Gus Irfan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini tengah bersiap memasuki babak baru penyelenggaraan ibadah haji nasional melalui konsep embarkasi haji berbasis hotel, setelah ditetapkannya Yogyakarta sebagai Embarkasi dan Debarkasi Haji seperti yang tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI nomor 15 tahun 2025.
"Pelayanan haji merupakan tanggung jawab negara yang melibatkan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Sukses penyelenggaraan haji bergantung pada kesigapan setiap unsur. Kami berharap seluruh pihak mempersiapkan diri dengan penuh dedikasi,” kata Gus Irfan.
Gus Irfan menyebut hotel itu disiapkan sebagai fasilitas setara asrama haji dengan standar pelayanan modern. Lebih dari 200 kamar akan digunakan untuk jemaah dan petugas dengan konfigurasi tiga orang per kamar.
“Ballroom serta 11 ruang pertemuan dipersiapkan sebagai pusat layanan yang mencakup kesehatan, dokumentasi, hingga proses pemberangkatan,” ujar Gus Irfan.
Dijelaskan Gus Irfan operasional Embarkasi Haji Yogyakarta ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026, dengan melayani jamaah dari DIY dan sebagian Jawa Tengah.
“Embarkasi ini diharapkan dapat memangkas jarak dan waktu tempuh jamaah, mengurangi kepadatan di embarkasi lain, serta mengoptimalkan fungsi Bandara Internasional Yogyakarta,” tandas Gus Irfan.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































