tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Fasilitator Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat dan PPIH Embarkasi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (5/1/2026).
TOT ini berlangsung pada 5-8 Januari dengan diikuti oleh 179 orang peserta, yang terdiri atas pembina, narasumber, pemateri, moderator, fasilitator, serta pengasuh kelompok dari unsur TNI dan Polri, serta peserta dari 15 embarkasi.
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemenhaj memperkuat kapasitas sumber daya manusia petugas haji.
Dia menegaskan, penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah konstitusional yang tidak hanya menyangkut aspek teknis dan administratif, tetapi juga menyangkut harapan, doa, dan pengorbanan jutaan jamaah beserta keluarganya.
"Petugas haji adalah perpanjangan tangan negara dan Presiden dalam memberikan pelayanan kepada jamaah. Karena itu, fasilitator tidak hanya menyampaikan materi, tetapi membentuk cara berpikir, sikap kerja, dan etos pengabdian petugas haji,” ujar Gus Irfan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Senin (5/1/2026).
Gus Irfan menuturkan bahwa TOT ini berfungsi sebagai ruang konsolidasi nilai, penyamaan persepsi, dan penguatan arah kebijakan penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam sambutannya, Gus Irfan juga menyoroti tiga hal utama seperti penguasaan substansi tugas petugas haji oleh fasilitator PPIH Pusat dan PPIH Embarkasi, kesatuan persepsi dan narasi kebijakan, serta kemampuan membimbing dan menginspirasi.
"Mengingat latar belakang petugas haji yang beragam, fasilitator dituntut mampu menciptakan suasana pembelajaran yang dialogis, partisipatif, dan relevan dengan dinamika di lapangan," tutur Gus Irfan.

Lebih jauh, dia juga menyinggung peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan petugas haji tahun ini. Katanya, diklat petugas haji dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan penempatan yang layak, sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas pelayanan.
“Harapannya, petugas tahun ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Bukan berarti petugas tahun lalu tidak baik, justru saya menyaksikan langsung dedikasi luar biasa petugas yang bahkan tidur di Arafah dan Mina demi melayani jemaah,” kata dia.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































