Menuju konten utama

Kata Kementan Soal Bantuan Beras Rp60 Ribu/Kg untuk Sumatra

Klarifikasi Kementan soal viral bantuan beras untuk Sumatra senilai Rp60 ribu per kilogram. Kementan menyebut bantuan itu bukan dibeli dari anggaran.

Kata Kementan Soal Bantuan Beras Rp60 Ribu/Kg untuk Sumatra

tirto.id - Viral bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) yang menjadi sorotan warganet karena harga beras yang tertera adalah Rp60 ribu per kilogram.

Dalam tabel yang diunggah pada Senin (8/12) berjudul Bantuan Bencana Alam Kementerian Pertanian Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat itu tertulis "Beras (Kg) Volume 21.874, Nilai 1.312.450.000".

Kemudian jika dihitung harga beras Rp1,3 miliar/21.874 adalah Rp60 ribu per kilogram. Artinya beras 15 kg harganya Rp900 ribu. Harga ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga beras rata-rata di pasaran yaitu Rp12 ribu-Rp14 ribu per kg.

Selain beras, warganet juga menyoroti harga minyak goreng. Minyak jika memakai merek Minyak Kita maka harganya adalah Rp15.700 per liter. Jika dikali 505.000 maka total nilainya adalah Rp7,9 M, sementara di tabel yang beredar harganya tertera Rp9,3 M.

Bagian "Lainnya (dus)" juga menimbulkan pertanyaan karena tertera sejumlah Rp6,8 miliar untuk 1.000 dus. Berarti per dusnya adalah Rp6,8 juta. Warganet kemudian mempertanyakan apa isi dus senilai Rp6,8 juta tersebut.

Klarifikasi Kementan Soal Laporan Bantuan

Kementan telah mengeluarkan pernyataan soal kritik warganet ini. Pada Selasa (9/12), Kementan menjelaskan harga beras tersebut seharusnya dalam 5 kilogram bukan per kilogram, jadi ada typo atau salah ketik.

"Kementan menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penulisan satuan pada data bantuan beras yang sebelumnya beredar. Volume 21.874 yang tertulis merupakan jumlah paket, masing-masing berisi 5 kg, bukan harga atau volume per kilogram," tulis Kementan di akun media sosial resmi mereka.

Kementan menyebut saat ini bantuan beras untuk Sumatra telah mencapai 1.200 ton atau setara Rp16 miliar, seluruhnya diterima dalam bentuk barang dari mitra dan pihak yang ingin membantu, kemudian disalurkan langsung ke wilayah terdampak.

Kementan menyatakan, mereka tidak membeli barang-barang bantuan tersebut menggunakan anggaran, melainkan menerima langsung bantudan dalam bentuk barang dari mitra dan pihak yang ingin berkontribusi.

Wakil Mentan Sudaryono juga ikut meluruskan informasi yang viral di media sosial soal bantuan pangan beras untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera senilai Rp60 ribu per kilogram (kg).

"Saya mau jelaskan itu kan sempat ramai di sosmed, katanya hitungan Kementan satu kilo beras Rp60 ribu gitu ya? Itu mungkin perlu saya kasih tahu, itu salah, typo tapi perhitungannya tidak keliru. Bukan satu kilo Rp60 ribu, tapi satu pack. Satu pack itu kan 5 kilo," kata Sudaryono.

Ia menegaskan bantuan tidak mungkin diberikan 1 kilogram, karena standar penyaluran beras kemasan adalah satu pack 5 kilogram bagi setiap penerima manfaat yang terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.

"Kan nggak mungkin kita kasih bantuan 1 kilogram kan, pasti ngasihnya kan satu pack 5 kilogram (harga) Rp60 ribu. Jadi satu kilonya adalah Rp12.500 gitu," jelasnya, dikutip Antaranews.

Dengan demikian, harga Rp60 ribu tersebut setara Rp12.500 per kilogram, sehingga perhitungannya benar tanpa merugikan masyarakat penerima bantuan pangan beras pemerintah pusat nasional.

Kesalahan yang terjadi, menurut Sudaryono, hanya pada penulisan satuan di informasi awal, sementara substansi anggaran bantuan pangan tetap sesuai ketentuan berlaku dan mekanisme penyaluran resmi pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana.

Dia menyampaikan secara total, pemerintah rencananya menyalurkan 10.000 ton bantuan beras. Untuk itu, Kementan menegaskan perlunya keterlibatan publik sehingga mencegah potensi penyimpangan di lapangan.

Baca juga artikel terkait KEMENTAN atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya