tirto.id - Pemerintah memastikan bahwa 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang lolos rekrutmen tidak akan menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN). Puluhan ribu pekerja tersebut nantinya bakal dikontrak sebagai pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M Qodary, menyatakan 30.000 manajer KDKMP bakal dinaungi salah satu BUMN yang juga menjadi penanggung jawab Koperasi Desa, yakni PT Agrinas Pangan Nusantara.
"Untuk memastikan operasional berjalan profesional, panitia seleksi pengadaan sumber daya manusia Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih juga telah membuka rekrutmen untuk 30.000 calon manajer KDKMP," ucapnya saat konferensi pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
"Yang selanjutnya nanti akan berada di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara," lanjut dia.
Qodary menyebutkan, tim seleksi mencatat ada 600 ribu pelamar posisi manajer KDKMP per 17 Mei 2026. Hasil seleksi, sebanyak 438 ribu pelamar dinyatakan lolos tahap administrasi.
Dari jumlah itu, sebanyak 101 ribu lolos tahap kompetensi. Seratusan ribu orang itu kemudian mengikuti tes mental, ideologi, serta pemeriksaan kesehatan pada 20-31 Mei 2026.
"Pelamar yang lolos akan berstatus pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu [PKWT] selama dua tahun, sesuai dengan perencanaan program pada masa penguatan awal koperasi," ucap Qodary.
"Mereka bukan berstatus ASN, PPPK, maupun CPNS. Jadi, skemanya adalah PKWT selama 2 tahun," lanjutnya.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 80 ribu unit KDMP se-Indonesia hingga 2029. Pembangunan disebut terus berlangsung hingga saat ini.
Hingga 8 Juni 2026, sebanyak 1.061 KDKMP telah beroperasi di Jawa Timur dan di Jawa Tengah. Rinciannya, sebanyak 530 unit di Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah.
"Sebanyak 23.010 titik sedang dalam proses pembangunan, dengan 12.232 titik di antaranya telah rampung secara fisik dan kini memasuki tahapan persiapan operasional," ujarnya.
"Berdasarkan informasi dari PT Agrinas Pangan, sebanyak 20.000 titik ditargetkan dapat diresmikan pada Agustus yang akan datang," lanjut Qodary.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





































