Menuju konten utama

Kata TNI soal Sekolah di NTT Digusur demi Kopdes Merah Putih

Kapuspen TNI bantah isu Babinsa gusur sekolah di Ende NTT. Tiang bangunan hanya terdampak manuver alat berat proyek Kopdes & siap diperbaiki.

Kata TNI soal Sekolah di NTT Digusur demi Kopdes Merah Putih
Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas memberikan keterangan kepada wartawan di Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa (9/6/3026). tirto.id/ Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Mabes TNI membantah video viral yang menarasikan Babinsa melakukan penggusuran sekolah di Kabupaten Ende, NTT, untuk pembangunan Koperasi Desa, Selasa (9/6/2026). Kapuspen TNI, Brigjen Muhammad Nas, menegaskan informasi tersebut hoaks, yang disebarkan melalui potongan video tidak utuh.

Nas mengatakan, informasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berasal dari potongan video yang tidak utuh. Dia menyebut, informasi itu diketahuinya usai melakukan konfirmasi kepada jajaran TNI di wilayah.

“Ada katanya dipotong beritanya, videonya, ‘menggusur sekolah’. Yang bahaya caption-nya ‘Babinsa lebih mengutamakan MBG daripada sekolah’,” kata Nas di Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa (9/6/3026).

Nas menyatakan, bangunan Kopdes tersebut bukan untuk menggusur sekolah, tetapi dibangun di area belakang sekolah. Sementara itu, akses alat berat ke lokasi proyek memang sempat melewati area sekolah.

Kata Nas, saat alat berat bermanuver menuju lokasi pembangunan, salah satu tiang bangunan sekolah di bagian pojok terdampak. Namun, sebelum dilakukan pemindahan sementara, aparat setempat telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah desa.

Menurut Nas, pemindahan tiang dilakukan hanya untuk memudahkan manuver alat berat dan akan diperbaiki kembali setelah pekerjaan selesai.

“Memang sebelumnya, kejadiannya, saat alat berat kena dahan pohon duren orang, katanya sebesar jempol kaki, Ibu ini marah-marah, teriak-teriak,” katanya.

Potongan video itu kemudian diberi narasi bahwa Babinsa lebih mementingkan pembangunan Kopdes dibanding sekolah.

“Nah, itu di-klip, ibu itu marah-marah, ada alat berat di situ, langsung diberi caption, ‘Babinsa lebih mengutamakan MBG daripada sekolah’. Kira-kira bahaya nggak ini, Pak? Sangat-sangat bahaya,” sambungnya.

Nas menilai penyebaran informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Menurut dia juga, narasi yang dibangun dari potongan video yang disebarkan tak bertanggungjawab berpotensi memunculkan kesalahpahaman terhadap program pemerintah maupun institusi negara.

Dia juga mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkan konten di media sosial.

Baca juga artikel terkait KOPERASI MERAH PUTIH atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah