tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mendistribusikan ratusan ribu masker dan bantuan oksigen untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan. Pemerintah juga terus melakukan koordinasi untuk memitigasi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang meningkat akibat paparan asap.
“Kita sudah kirim ratusan ribu masker dan oksigen-oksigen, dan kita meeting rutin dipimpin dengan Pak Menko PMK bagaimana penanggulangannya,” kata Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, di KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).
Meski begitu, Budi mengatakan penanganan dampak kesehatan akibat karhutla tidak hanya dilakukan di satu wilayah. Sejumlah daerah juga perlu mendapat perhatian karena berpotensi terdampak asap dan mengalami gangguan kesehatan akibat karhutla.
“Saran saya, teman-teman bisa ke sana dan bisa ke NTT. NTT banyak juga (yang terdampak karhutla),” sambungnya.
Sebelumnya, Kemenkes mencatat kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan terdapat sekitar 13.500 kasus ISPA yang tercatat secara kumulatif sejak Juli hingga Agustus 2026. Sebagian pasien telah sembuh setelah mendapatkan penanganan dari pemerintah.
Selain itu, hingga 27 Agustus 2026, terdapat 4.082 orang yang masih mengalami ISPA akibat dampak karhutla di Kalimantan dan Sumatra.
“Total kumulatif dari bulan Juli sampai bulan Agustus [2026] sudah 13.500 orang yang kena ISPA, sebagian sudah sembuh dengan penanganan yang kita lakukan, tapi di hari kemarin itu ada 4.082 yang masih [menderita] ISPA,” ujar Dante dalam konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Alfitra Akbar
Masuk tirto.id

































