Menuju konten utama

Betrand Peto Diperiksa Penyidik Polda Metro soal Penganiayaan

Dia menerangkan, kasus ini dilaporkan oleh Winda Hatami Aghdan yang merupakan teman Betrand dengan nomor LP/B/6852/IX/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA.

Betrand Peto Diperiksa Penyidik Polda Metro soal Penganiayaan
Betrand Putra Onsu. Instagram/betrandpetoputraonsu
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penyidik Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan kepada Betrand Peto Putra Onsu (BP) terkait dengan dugaan penganiayaan. Pemeriksaan dilakukan dalam kapasitasnya sebagai saksi.

“Untuk saudara BP hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara di atas,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Dia menerangkan, kasus ini dilaporkan oleh Winda Hatami Aghdan yang merupakan teman Betrand. Laporan ini telah diterima pihaknya dengan nomor LP/B/6852/IX/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA, pada 14 September 2026.

“Yang bersangkutan (Winda Hatami Aghdan) melaporkan DYP,” kata Budi.

Untuk diketahui, kasus ini berbeda dengan dugaan kekerasan seksual yang diduga dilaporkan ANW dan terlapornya adalah Betrand. Kekerasan sebagaimana pelaporan Winda berkaitan dengan sosok perempuan yang kupingnya mengalami robek.

Antara Winda dengan BP disebut memang sempat berkelahi hingga jambak-jambakan. Di saat itu, Betrand juga berada di lokasi kejadian.

Terkait dengan kekerasan seksual yang diduga dilakukan Betrand, ANW menyebut peristiwa ini bermula ketika dia dan rekannya DYP (22) datang ke sebuah klub malam di SCBD pada Sabtu (12/9/2026). Dalam keterangannya, ia mengatakan sampai di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB dan bertemu dengan teman-temannya.

Tak lama setelah itu, ANW menyebut seorang pelayan klub malam itu datang menghampirinya. Pelayan itu, yang ia identifikasi sebagai seorang laki-laki, kemudian menawarinya untuk bergabung dengan ruangan khusus tamu VIP tempat Bertrand Peto berada.

ANW kemudian mengiyakan ajakan pelayan itu. Ia lalu datang ke ruangan tempat Bertrand Peto berada bersama temannya. ANW pun pergi dari ruangan untuk mengambil ponselnya. Namun, setiba kembali di ruangan tersebut, ia menyadari kalau temannya tak ada di ruangan. ANW sempat menanyakan ke mana perginya temannya itu. Ia lalu diberi tahu jika DYP pergi ke toilet.

Hal itu kemudian membuat ANW duduk-duduk saja di sofa sambil mengoperasikan ponselnya. Kemudian, ANW menyebut bahwa tiba-tiba Bertrand mendekatinya dan meraih tangannya untuk mengajaknya beranjak. Ia mengira Bertran akan mengajaknya untuk mengecek temannya di toilet.

Akan tetapi, ANW mengaku justru mendapatkan kekerasan seksual setelahnya. Ia menyebut peristiwa itu terjadi di depan pintu toilet.

ANW menyebut hal itu terjadi secara tiba-tiba dan ia sudah menyatakan penolakannya atas apa yang dilakukan Bertrand. Ia pun sempat melawan tindakan Bertrand.

Menurut kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol, perlawanan ANW itu kemudian membuatnya mengalami sejumlah luka memar di tubuhnya. Nathaniel menyebut, setidaknya bagian siku, leher, dan tangannya membiru karena luka memar.

Baca juga artikel terkait KINERJA KEPOLISIAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher