tirto.id - Jumlah pos polisi yang dirusak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah jadi lima titik. Polda DIY melaporkan, titik pospol yang dirusak terdapat di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengatakan tiga pos polisi mengalami kerusakan kaca akibat dilempar batu. Sementara dua pos lainnya dilempar bom molotov. Diduga, aksi perusakan dilakukan pada Kamis, (4/8/2025) dini hari.
"Satu pos lantas Monjali, pos lantas Jombor, pos lantas Pelem Gurih, pos lantas Kronggahan, di Sleman dan kelima pos lantas Pingit di wilayah Kota Yogyakarta [rusak]," beber Ihsan melalui rilis resminya, Kamis.
Ihsan menduga, aksi perusakan dilakukan untuk memprovokasi situasi di Yogyakarta yang sudah kondusif.
Saat ini, jajaran Poresta Yogyakarta dan Poresta Sleman telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti serta menindaklanjuti setiap informasi yang diterima terkait peristiwa ini.
"Peristiwa ini akan kami protes dan tindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, dua pos polisi di kawasan DIY dirusak oleh orang yang tak dikenal. Dilaporkan, lokasi pos polisi berada di Pingit, Kota Yogyakarta; dan Monjali, Kabupaten Sleman.
Pantauan kontributor Tirto di Pos Polisi Pingit, tampak anggota kepolisian mulai membersihkan lantai depan area pos akibat lemparan bom molotov oleh orang tak dikenal. Tak ada kerusakan material maupun korban jiwa akibat insiden ini.
Tak jauh dari titik bom molotov yang telah diamankan, terlihat sebuah cctv yang menyoroti area tersebut. Pejabat Sementara (Ps) Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi, membenarkan pelemparan bom molotov di Pospol Pingit.
"Benar telah terjadi pelemparan botol berisi pertalite dan sumbunya ke halaman Pospol Pingit pada pagi hari tadi hari ini sekitar jam 05.20 WIB," kata Gandung dalam keterangan resminya kepada awak media melalui sambungan pada Kamis.
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































