Menuju konten utama

Jumlah Korban Banjir-Longsor Sumatra Bertambah Jadi 1.106 Jiwa

Sampai saat ini jumlah orang hilang karena bencana yang terjadi pada akhir November ini masih sebanyak 175 jiwa.

Jumlah Korban Banjir-Longsor Sumatra Bertambah Jadi 1.106 Jiwa
Foto udara jembatan Lubuk Sidup yang rusak akibat banjir bandang di Lubuk Sidup, Aceh Tamiyang, Aceh, Rabu (10/12/2025). ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/wpa/nym.

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Barat menjadi sebanyak 1.106 jiwa per Senin (22/12/2025). Jumlah korban meninggal tersebut bertambah 16 jiwa, dari sebelumnya yang masih sebanyak 1.090 jiwa.

"Per hari ini, rekapitulasi jumlah total dari 1.090 di hari Sabtu dan Minggu bertambah 16 jiwa, sehingga total per hari ini 1.106 jiwa. Tentu saja sekali lagi, pemerintah, pemerintah daerah, dan semua warga negara Indonesia mengucapkan simpati dan bela sungkawa yang mendalam," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers secara daring, Senin (22/12/2025).

BNPB juga mencatat daftar nama korban yang masih dicari berkurang 10 jiwa, sehingga sampai saat ini jumlah orang hilang karena bencana yang terjadi pada akhir November ini masih sebanyak 175 jiwa.

Sementara, total jumlah pengungsi sampai hari ini masih sebanyak 502.570 jiwa.

"Untuk saudara-saudara kita yang mengungsi ini, sebagian besar di minggu terakhir ini, satu minggu kemarin, ini cukup banyak yang berkurang, karena sudah mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah, dan beberapa ada yang tinggal di rumah kerabat di luar daerah bencana," lanjut Abdul.

Meski begitu, kebutuhan dasar seperti pangan untuk para pengungsi maupun korban yang sudah kembali ke huniannya sebagian besar masih didukung oleh dapur-dapur umum, baik yang dikelola pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun oleh masyarakat. Namun, untuk bahan makanan masih disuplai oleh Dinas Sosial Provinsi Aceh.

Sementara itu, jelang penutupan fase tanggap darurat di tiga provinsi terdampak bencana, pemerintah bersama pihak-pihak terkait masih berfokus pada lima aspek penanganan prioritas, di antaranya pencarian dan pertolongan, distribusi logistik, pemulihan akses jalan, pemulihan akses komunikasi, dan juga pemenuhan sektor energi, baik itu listrik maupun bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, untuk memaksimalkan penanganan bencana, BNPB juga telah melakukan operasi modifikasi cuaca di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

"Operasi modifikasi cuaca, terakhir masih terus kita lakukan, Aceh 4 pesawat, Sumatra Utara 2 pesawat dan Sumatra Barat 3 pesawat. Ini sangat penting, ini adalah pengerahan armada operasi modifikasi cuaca yang terbesar yang pernah kita lakukan, kita berupaya meminimalkan intensitas hujan di saat puncak musim hujan, sehingga benar-benar pekerjaan dan upaya dari teman-teman tim satgas darat itu bisa optimal dan kita meminimalkan potensi kejadian serupa pada saat masa recovery ini," pungkas Abdul.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama