tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai merevitalisasi lebih kurang 800 puskesmas yang terdampak bencana di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan hal itu dilakukan untuk memastikan masyarakat, termasuk pengungsi dan kelompok rentan, tetap memperoleh pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan akses pascabencana.
“Sekarang kami mulai merevitalisasi sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi agar pelayanan kesehatan tetap dekat dengan masyarakat,” kata Budi saat meninjau wilayah terdampak di Bener Meriah, Aceh, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/12/2025).
Budi menilai upaya revitalisasi ini sebagai bentuk memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas. Terlebih, puskesmas memegang peran strategis sebagai garda terdepan layanan kesehatan untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di pengungsian maupun daerah yang masih terisolasi.
“Puskesmas sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di rumah-rumah dan pengungsian, sehingga tidak perlu ke rumah sakit,” ujar Budi.
Menurut Budi, wilayah yang masih terisolasi cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap terhambatnya layanan kesehatan. Pemerintah pusat, disebutnya juga turun langsung untuk melihat kondisi lapangan dan mengidentifikasi dukungan yang dibutuhkan.
“Jadi saya ingin lihat langsung operasionalnya dan apa yang bisa pemerintah pusat bantu,” ujar Budi.
Selain layanan medis, pemerintah juga telah memberikan dukungan pendukung berupa penyediaan listrik cadangan, air bersih, serta penguatan akses komunikasi untuk menunjang operasional puskesmas dan keselamatan masyarakat di pengungsian.
Budi menuturkan bahwa revitalisasi puskesmas ini menjadi bagian dari strategi pemulihan kesehatan jangka menengah yang bertujuan menekan risiko keterlambatan penanganan penyakit, sekaligus mengurangi beban rumah sakit rujukan yang terdampak bencana.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































