tirto.id - Joao Angelo De Sousa Mota, masih berkantor di Yodya Tower, kantor PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) usai menyatakan mundur dari jabatan direktur utama perusahaan tersebut.
Ia menjelaskan, pasca maklumat pengunduran diri sepekan yang lalu, Ia masih menanti rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang bakal diadakan untuk menunjuk penggantinya.
Tak hanya itu, pengunduran dirinya juga baru akan berlaku efektif setelah 30 hari, pasca surat pengunduran diri diterima Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin (11/8/2025).
Sedangkan, dalam 30 hari ini, Joao mengaku akan menyelesaikan seluruh program atau proyek yang sudah dimulainya. “Seperti biasa, saya harus selesaikan semua yang harus saya selesaikan. Saya selesaikan semua, apa pun nanti keputusannya itu nanti,” katanya, saat berbincang dengan Tirto, di Kantor Agrinas, dikutip Senin (18/8/2025).
Joao memperinci beberapa pekerjaan yang sudah dirampungkannya, seperti penandatanganan nota kesepahaman oleh Agrinas dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengembangkan varietas padi unggul, Gamagora 7 dan penyediaan alat mesin pertanian (Alsintan) oleh beberapa perusahaan pertanian di dunia.
Adapun, beberapa proyek alsintan yang disepakati Agrinas antara lain, penyediaan mesin pengering dengan salah satu perusahaan Taiwan; penyediaan mesin RMU (rice milling unit) penggilingan beras dari salah satu perusahaan Austria atau India, pengadaan Mahindra Tractor yang diproduksi Mahindra & Mahindra asal India, dan penyediaan bauer oleh perusahaan asal Austria atau Jerman.
“Semua yang belum kontrak, harus saya siapkan. Semua yang tadi disebutkan MoU itu kan dari saya harus cepat-cepat dijalankan,” tambah Joao.
Kendati tak lagi diperuntukkan untuk menopang operasional proyek besar yang sebelumnya dirancang Agrinas, Joao yakin kesepakatan-kesepakatan Agrinas dengan UGM dan beberapa perusahaan pertanian dunia itu dapat digunakan untuk memajukan sistem pertanian di Indonesia.
“(Proyek pengembangan hilirisasi hasil pertanian) tetap jadi. Harusnya teman-teman tetap bisa menjalankan, proyeknya kan cukup saya dampingi, begitu. Apapun (keadaannya), kita kan untuk kepentingan petani,” tegas Joao.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































