Menuju konten utama

Jika Kapal Lewat Selat Hormuz, Apa Saja Bentuk Serangan Iran?

Iran memiliki berbagai bentuk serangan untuk menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Simak penjelasannnya.

Jika Kapal Lewat Selat Hormuz, Apa Saja Bentuk Serangan Iran?
Foto yang dirilis oleh situs web resmi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Sepanews, pada 17 Februari 2026 ini menunjukkan sebuah roket yang ditembakkan selama latihan militer oleh anggota IRGC dan angkatan laut di Selat Hormuz. AFP/ oleh SEPAH NEWS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Selat Hormuz menjadi keunggulan tersendiri bagi Iran dalam menjalani perang dengan Amerika Serikat semenjak 28 Februari 2026. Iran memiliki kekuatan untuk menekan AS, termasuk negara-negara dunia, dengan jalan menutup jalur pelayaran utama untuk distribusi minyak mentah ini.

Penutupan Selat Hormuz yang dilakukan hingga hampir empat pekan ini telah memicu kekacauan di pasar global. Kapal-kapal tanker tidak bisa lewat di Selat Hormuz hingga mengakibatkan lonjakan harga minyak yang sempat tembus lebih dari 100 dolar AS per barel.

Pasalnya, kapal-kapal tanker yang melewati selat ini menyuplai kebutuhan sekitar 20 persen minyak dan gas alam sedunia. Jalur ini juga menjadi lintasan untuk distribusi pupuk.

Blokade Selat Hormuz oleh Iran tidak main-main. Setiap kapal yang lewat harus berhadapan dengan ancaman dari berbagai metode serangan Iran. Inilah yang membuat banyak kapal menjadi enggan untuk meneruskan perjalanan melalui jalur pelayaran yang sempit itu.

Alhasil Trump murka dengan situasi ini. Terbaru, Trump sampai mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz atau AS akan melakukan serangan ke jaringan listrik Iran maksimal hingga 6 April 2026 mendatang.

5 Bentuk Serangan Iran di Selat Hormuz

Mengutip CNN, Iran memiliki berbagai cara yang dapat digunakan untuk melumpuhkan kapal-kapal yang lewat di Selat Hormuz. Berikut berbagai bentuknya:

1. Rudal Berbasis Darat (Land-based Missiles)

Rudal darat Iran menjadi salah satu ancaman nyata bagi kapal-kapal yang lewat di Selat Hormuz. Rudal ini mudah dipindahkan sehingga memberikan jangkauan lebih luas untuk menyerang musuh yang terlihat di sepanjang garis pantai, termasuk saat lewat selat.

2. Kapal Selam (Submarines)

AS telah mengeklaim banyak menghancurkan berbagai kapal perang milik Iran. Namun, Iran juga mempunyai "kapal selam cebol" (midget submarines) masih berpotensi menimbulkan ancaman di Selat Hormuz.

3. Ranjau Laut (Sea Mines)

Iran memiliki kemampuan luas dalam menebar ranjau-ranjau di dalam air. Tak hanya itu, peletakan ranjau laut ini sulit diawasi.

4. Perahu Kecil (Small Boats)

Iran mempunyai banyak kapal permukaan kecil, baik itu berawak atau tanpa awak (USV). Kapal tersebut seperti "perahu drone" yang dipenuhi bahan peledak dan didesain sebagai penyerang bagi kapal tanker.

5. Drone Serang (Attack Drones)

Drone serang Shahed milik Iran dikenal sebagai kendaraan udara tak berawak. Meski drone ini diproduksi secara massal dengan harga murah, namun efektif dalam menyerang musuh.

Di sisi lain, sistem pertahanan yang berupaya mencegat drone justru akan meluncurkan rudal yang harganya jutaan dolar. Satu drone yang dilumpuhkan rudal pertahanan, turut menimbulkan konsekuensi ekonomi bagi pihak musuh.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Flash News
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Abdul Aziz