Menuju konten utama

Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Listrik Dihancurkan

Trump kembali menyampaikan ultimatum bagi Iran dengan dua opsi, yaitu untuk membuka Selat Hormuz atau jaringan listrik Iran akan dihancurkan.

Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Listrik Dihancurkan
Presiden AS Donald Trump berbicara setelah menandatangani perintah eksekutif tentang penipuan di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, DC, pada 16 Maret 2026. AFP/ANNABELLE GORDON
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan ultimatum keduanya kepada Iran agar secepatnya membuka jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz. Trump mengancam jika hal itu tidak dilakukan, maka AS akan melakukan serangan terhadap jaringan listrik Iran.

Mengutip Al Jazeera, penundaan serangan terhadap jaringan listrik Iran dilakukan AS hingga 6 April 2026. AS turut memperhatikan perkembangan kemajuan dalam negosiasi dengan Iran dalam mengakhiri perang antarkedua negara yang disulut sejak 28 Februari 2026 itu.

“Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon agar pernyataan ini berguna sebagai isyarat bahwa saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 Waktu Bagian Timur,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, Kamis (26/3/2026).

“Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lain, pembicaraan berjalan dengan sangat baik," tambahnya.

Penundaan serangan ke jaringan listrik Iran oleh Trump ini adalah untuk kedua kalinya. Mulanya, Trump telah mengancam akan menghancurkan jaringan listrik tersebut pada Minggu (22/3/2026) jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam.

Serangan itu, menurut Trump, bahkan akan diarahkan pada pembangkit energi yang "dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu. Hanya saja, Trump menyampaikan penundaan selama lima hari pada Senin (23/3/2026). Selanjutnya, Trump kembali menundanya selama 10 hari terhitung mulai Kamis.

Iran Klaim Selat Hormuz Tidak Sepenuhnya Ditutup

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragachi menyampaikan di televisi pemerintah bahwa "kekuatan Iran adalah Selat Hormuz". Mengutip ABC News, Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup usai

"Saya juga ingin mengatakan di sini bahwa, dari sudut pandang kami, Selat Hormuz tidak sepenuhnya tertutup; selat itu hanya tertutup bagi musuh-musuh alami kami," kata Araghchi usai Kementerian Luar Negeri Iran mengklaim hal tersebut dalam surat tertanggal 22 Maret 2026 kepada Organisasi Maritim Internasional PBB.

Pernyataan Aragachi tersebut dilandasi alasan bahwa keadaan di Iran saat ini sedang dalam kondisi berperang. Artinya, sebagai zona perang maka tidak semua kapal bisa melewati Selat Hormuz.

"Tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh dan sekutu mereka lewat, tetapi wilayah ini bebas dilalui oleh kapal-kapal lainnya," ujar Aragachi.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Flash News
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Abdul Aziz