Menuju konten utama

Jenis Hewan yang Bisa Kena Rabies Selain Anjing dan Gejalanya

Berikut ini jenis hewan yang bisa kena rabies selain anjing dan gejala-gejalanya.

Jenis Hewan yang Bisa Kena Rabies Selain Anjing dan Gejalanya
Ilustrasi anjing rabies. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Rabies sering juga disebut sebagai penyakit anjing gila. Walaupun begitu, penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf ini, ternyata tidak hanya menyerang anjing.

Penyakit rabies, menurut laman Dinas Kesehatan Provinsi Bali, disebabkan oleh virus rabies yang ditularkan melalui air liur atau saliva hewan (bisa anjing, kucing, kera dan hewan lainnya) yang terinfeksi rabies.

Cara masuk virusnya adalah lewat gigitan atau melalui luka terbuka.

Gejala Rabies pada Hewan

Ada dua tipe gejala penyakit rabies, sebagaimana dilansir dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, yaitu:

1. Tipe ganas, yang terdiri dari beberapa stadium, yaitu:

a. Stadium prodromal. Stadium ini berlangsung dua hingga tiga hari. Gejalanya adalah:

  • Demam
  • Tidak nafsu makan
  • Malaise
  • Refleks kornea menurun
b. Stadium eksitasi. Pada stadium ini gejala rabies berlangsung tiga hingga tujuh hari. Gejalanya adalah:

  • Hewan menjadi reaktif, hewan secara agresif menyerang dan menggigit benda bergerak
  • Memakan berbagai benda yang bukan makanan, termasuk tinjanya sendiri
  • Tidak pulang ke rumah atau lupa pulang
  • Strabismus
  • Mengalami ejakulasi secara spontan
c. Stadium paralisis. Stadium ini berlangsung sangat singkat. Biasanya dikuti dengan kematian hewan yang terkena rabies. Gejalanya, adalah:

  • Lidah keluar
  • Ekor jatuh
  • Mandibula jatuh
  • Saliva atau air liur berhamburan tak terkendali
  • Kaki belakang terseret
2. Tipe jinak atau disebut dumb

Tipe ini muncul setelah hewan mengalami stadium paralisis. Pada stadium ini anjing atau hewan yang terkena rabies tampak diam, berpenampilan tenang, namun akan ganas kalau didekati.

Gejala Rabies pada Manusia

Sementara itu gejala dan tanda rabies pada manusia di antaranya adalah:

  • Demam
  • Mual-mual
  • Muncul rasa nyeri di tenggorokan
  • Keresehan atau kegelisahan yang berlebihan
  • Menjadi takut air atau hidrophobia
  • Takut akan cahaya
  • Air liur yang berlebihan atau hipersaliva

Hewan yang Rentan Terinfeksi Rabies

Ilustrasi diserang kucing

Ilustrasi diserang kucing. Getty Images/iStockphoto

Hewan yang rentan terkena infeksi rabies adalah jenis hewan mamalia.

Beberapa hewan yang sangat mungkin menularkan virus rabies kepada manusia, yaitu:

  • Hewan peliharaan atau hewan ternak, misalnya: kucing, sapi, anjing, kambing, dan kuda.
  • Hewan liar, misalnya: kelelawar, berang-berang, anjing hutan, rubah, monyet, dan rakun.

Cara Pencegahan Rabies

Beberapa cara untuk mencegah penyakit rabies pada manusia, sebagaimana dilansir dari situs Kominfo Kalbar, di antaranya adalah:

  1. Sebisa mungkin menghindari kontak dengan hewan liar, termasuk hewan terluka atau hewan yang kemungkinan besar bisa tertular rabies.
  2. Bila kamu berisiko tinggi terkena rabies, seperti dokter hewan, petugas laboratorium, atau bila kamu tinggal di daerah yang dekat dengan hewan liar, maka sebaiknya segera melakukan vaksinasi rabies.
  3. Bila kamu terpapar virus rabies, maka segera berikan Human Rabies Immune Globulin (HRIG) dan vaksin rabies. Kombinasi pencegahana ini diberikan pada hari pertama terkena paparan rabies.
  4. Selanjutnya, vaksin rabies bisa diberikan lagi pada hari ketiga, ketujuh, dan keempat belas setelah terpapar rabies.
Kemudian, berbagai cara untuk mencegah penularan rabies pada hewan, di antaranya adalah:

  1. Memberikan vaksin rabies kepada hewan yang rentan terkena rabies.
  2. Selalu menjaga kesehatan hewan peliharaan dan menjaga agar tidak tertular rabies dari hewan lain.
  3. Berkoordinasi dengan pihak berwenang di sekitar tempat tinggalmu agar terus mengawasai berbagai hewan liar yang rentan terkena rabies, sekaligus memberikan vaksinasi rabies kepada hewan-hewan itu.

Apakah Rabies Bisa Disembuhkan?

VAKSINASI RABIES 2015

Petugas dinas peternakan menyuntikkan vaksin antirabies pada seekor anjing milik warga di Desa Dalung, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (17/4). Antara Foto/Nyoman Budhiana/ss/spt/15.

Menurut laman Kementerian Kesehatan, rabies dapat dicegah dan disembuhkan.

Caranya adalah dengan melakukan promosi kesehatan serta proteksi khusus melalui vaksinasi terhadap hewan-hewan yang rentan menularkan rabies.

Selain itu, vaksinasi rabies juga dapat diberikan untuk orang-orang yang sudah terpapar atau rentan terkena rabies.

Ada dua jenis vaksin rabies, yaitu:

1. Profilaksis Pra-Pajanan (PrPP), yaitu vaksinasi untuk pencegahan, sebelum seseorang terkena paparan virus rabies.

Bila kamu termasuk orang-orang yang berisiko tinggi terpapar rabies, misalnya kamu adalah petugas pengawas hewan, dokter hewan, atau orang yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis rabies, maka kamu harus mendapatkan vaksin PrPP ini.

2. Profilaksis Pasca Pajanan (PEP), yaitu vaksinasi untuk menghentikan timbulnya rabies setelah terpapar virus.

PEP diberikan untuk melindungi kamu dari infeksi rabies, setelah terkena gigitan hewan yang terinfeksi rabies.

PEP adalah suntikan imunoglobulin atau antibodi terhadap virus rabies yang diberikan ke dalam luka. Pada umumnya, 1 dosis PEP akan diberikan setiap hari ke 0, 3, 7, 14, dan 28 setelah gigitan.

Bila kamu ingin kebal terhadap virus rabies selama bertahun-tahun maka kamu bisa mendapatkan paket lengkap imunisasi rabies ini, yaitu PrPP atau PEP.

Dua vaksin ini akan menginduksi kekebalan atau imunitas tubuhmu dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Baca juga artikel terkait RABIES atau tulisan lainnya dari Lucia Dianawuri

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Lucia Dianawuri
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Dhita Koesno