Menuju konten utama

Jembatan Penghubung Putus, Warga Reje Payung Hidup Terisolasi

Salah seorang warga Desa Reje Payung, Kasturi, menyebut warga kini benar-benar terkurung setelah jembatan putus dan berharap pemerintah segera turun tangan.

Jembatan Penghubung Putus, Warga Reje Payung Hidup Terisolasi
Warga melintas diatas jembatan darurat yang terbuat dari kabel listrik dan bambu di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. (FOTO/Nadim)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Warga Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini hidup terisolasi setelah satu-satunya jembatan penghubung menuju desa mereka putus diterjang banjir besar pada akhir November lalu.

Jembatan gantung tersebut sebelumnya menjadi akses vital bagi warga, terutama untuk mobilitas orang dan kendaraan roda dua.

Salah seorang warga Desa Reje Payung, Kasturi, mengungkapkan kondisi mereka saat ini akibat jembatan tersebut putus. Ia menyebut warga kini benar-benar terkurung dan berharap pemerintah segera turun tangan.

“Kami terkurung, tolong segera perbaiki,” ujar Kasturi, Kamis (25/12/2025).

Sebagai upaya bertahan, warga bergotong-royong membangun jembatan darurat dari bambu dan bekas kabel listrik yang putus. Namun, jembatan darurat tersebut sangat berbahaya.

Warga yang hendak menyeberang ke desa tetangga demi mengambil bantuan sembako terpaksa berjalan di atas seutas kabel listrik dengan bambu sebagai penopang, sementara arus sungai deras mengalir tepat di bawahnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Payung, Syuhada, menyampaikan kekhawatirannya jika kondisi ini terus berlanjut. Menurut Syuhada, bantuan logistik yang masuk saat ini masih jauh dari cukup.

“Logistik yang diberikan belum mencukupi, walaupun ada yang masuk. Kami khawatir kalau hujan deras datang lagi dan air naik, semua akses benar-benar terputus dan bantuan tidak bisa masuk,” katanya.

Desa Reje Payung sendiri merupakan desa paling ujung di Kecamatan Linge. Jarak tempuh menuju ibu kota kabupaten mencapai lebih dari 80 kilometer dengan kondisi medan yang sulit. Putusnya jembatan ini membuat warga semakin terisolir, terutama setelah sawah dan kebun milik warga rusak akibat banjir dan longsor.

Tak hanya merusak jembatan, banjir juga menghanyutkan sedikitnya 24 rumah warga di Dusun Payung. Kini, warga hanya bisa bertahan dengan segala keterbatasan sambil menaruh harapan besar pada bantuan relawan dan pemerintah.

“Kami sangat berharap secepatnya dibangun jembatan yang layak. Ini satu-satunya akses kami untuk hidup,” tutup Syuhada.

Hingga saat ini, warga Desa Reje Payung masih menunggu langkah nyata pemerintah untuk memulihkan akses dan memastikan keselamatan serta keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah terpencil tersebut.

---

Kontributor: Nadim

Penulis: Nadim

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM atau tulisan lainnya

tirto.id - Flash News
Editor: Andrian Pratama Taher