Menuju konten utama

Tito Klarifikasi Pernyataannya soal Bantuan Malaysia untuk Aceh

Tito pun secara terbuka menyampaikan permohonan maaf apabila ucapannya terkait bantuan Malaysia untuk Aceh menimbulkan kesan negatif.

Tito Klarifikasi Pernyataannya soal Bantuan Malaysia untuk Aceh
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan pers terkait pemberhentian Bupati Aceh Selatan di Jakarta, Selasa (9/12/2025). Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberhentikan sementara Bupati Aceh Selatan Mirwan MS selama tiga bulan dari jabatannya karena berangkat umrah tanpa izin di saat daerahnya dilanda bencana. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/bar

tirto.id - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan tidak ada niat untuk mengecilkan bantuan dan dukungan warga maupun pemerintah Malaysia kepada korban bencana di Aceh.

Pernyataan Tito menanggapi viralnya pernyataan mantan Menteri Luar Negeri Malaysia, Tan Sri Rais Yatim, yang kecewa dengan komentar Tito dan menilai mantan Kapolri itu meremehkan bantuan dari Malaysia.

"Pernyataan saya kemarin mungkin disalahpahami. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengecilkan bantuan, dukungan dari warga Malaysia kepada Aceh, tidak, sama sekali tidak bermaksud itu," kata Tito di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025) sebagaimana dikutip Antara.

Tito pun secara terbuka menyampaikan permohonan maaf apabila ucapannya menimbulkan kesan negatif.

"Saya sama sekali tidak bermaksud mengecilkan bantuan dan dukungan dari saudara-saudara kita di Malaysia. Kalau ada yang salah paham, saya minta maaf," ujar Tito.

Ia menegaskan, hubungan personal dan profesionalnya dengan Malaysia telah terjalin sangat panjang dan erat, sejak kerja sama pascabom Bali ketika dirinya masih aktif di kepolisian, Densus 88, hingga menjabat Kapolri dan kini Mendagri.

Hubungan baik itu, kata Tito, juga terjalin dengan Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution, Menteri Luar Negeri, hingga Perdana Menteri Malaysia.

Menurut Tito, penekanan utama dari pernyataannya bukan soal membandingkan atau mengurangi arti bantuan luar negeri, melainkan meminta agar kerja besar Pemerintah Indonesia, baik pusat maupun daerah, juga mendapatkan penghargaan yang setara, meski banyak dilakukan tanpa sorotan kamera.

Ia mengungkapkan sejak hari-hari awal terjadinya bencana, pemerintah bergerak cepat.

Tito juga turun langsung ke Aceh pada 29 November 2025, menyusuri Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya hingga Lhokseumawe untuk menyalurkan bantuan dan mengoordinasikan langkah lintas sektor bersama TNI, Polri, BNPB, Basarnas, serta pemerintah daerah.

"Banyak sekali yang sudah dikerjakan sejak hari pertama, hanya memang tidak semuanya terekam media," ujarnya.

Tito juga memaparkan bagaimana pemerintah pusat mengerahkan logistik dalam jumlah besar, termasuk ratusan ton beras dari Bulog, mobilisasi helikopter, kapal, dan pesawat atas arahan Presiden, hingga dukungan anggaran cepat bagi daerah yang kekurangan dana operasional.

Ia mengapresiasi bantuan dari luar negeri, termasuk dari Malaysia yang memiliki ikatan serumpun dan diaspora Aceh yang kuat, tetap sangat tinggi.

Namun, ia mengingatkan agar kerja keras aparat negara, relawan, dan donatur dalam negeri juga tidak terpinggirkan oleh pemberitaan yang timpang.

"Yang saya maksud, tolong juga dihargai upaya pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan, dan donatur dalam negeri yang bekerja luar biasa, meski sering tidak terekspos," katanya.

Di akhir pernyataannya, Tito kembali menegaskan komitmennya menjaga hubungan baik Indonesia-Malaysia.

"Penekanan saya itu cuma satu sebetulnya, tolong, yang di dalam negeri juga dihargai, kira-kira gitu," katanya.

Dalam sebuah unggahan media sosial, Tito menyatakan bahwa nilai bantuan kemanusiaan dari Malaysia untuk Aceh berkisar Rp1 miliar.

"Nilainya nggak sampai Rp1 miliar, kalau sampai Rp1 miliar kita cukup punya anggaran jauh dari itu, mungkin anggarannya tidak seberapa dibandingkan kemampuan kita lebih dari itu," katanya.

Pernyataan Mendagri Tito memicu kritik Rais Yatim terkait etika diplomasi serta narasi bantuan luar negeri.

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher