Menuju konten utama

Jemaah Haji Belum Terima Nusuk Diimbau Lapor ke Ketua Kloter

Bila belum dapat kartu Nusuk, jemaah haji Indonesia akan didampingi pihak syarikah ketika menjalani umrah wajib.

Jemaah Haji Belum Terima Nusuk Diimbau Lapor ke Ketua Kloter
Seorang calon haji Indonesia Kloter 08 Embarkasi Padang tersenyum dan melambaikan tangan setibanya di hotel Manar Al Manshaer, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (17/5/2025). Masa kedatangan jamaah calon haji gelombang satu dari Indonesia menuju Madinah telah berakhir pada Jumat (16/5/2025) dan selanjutnya kedatangan jamaah calon haji gelombang dua dari Indonesia menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah dimulai pada 17 Mei 2025. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/rwa.

Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta jemaah Indonesia yang belum menerima kartu Nusuk agar melapor ke Ketua Kloter (Kelompok Terbang). Tujuannya, agar bisa didata dan disampaikan ke Daerah Kerja (Daker) Makkah, lalu dikoordinasikan ke Syarikah.

"Bagi jemaah yang belum mendapatkan kartu Nusuk untuk melaporkan kepada ketua rombongan dan/atau ketua kloter, untuk kemudian disampaikan ke PPIH Arab Saudi Daker Makkah," terang Kepala Daker Makkah, Ali Machzumi, di Makkah, Kamis (22/5/2025).

"PPIH Daker Makkah telah melakukan koordinasi dan komunikasi kepada Syarikah untuk segera membagikan kartu Nusuk kepada jemaah haji," sambungnya.

Ali Machzumi menilai distribusi kartu Nusuk kepada jemaah haji Indonesia dalam beberapa hari terakhir sudah berjalan normal. Ini tidak lepas dari proses koordinasi dan komunikasi PPIH Arab Saudi bersama pihak Syarikah.

"Distibusi Nusuk sudah berjalan normal. Jika ada yang belum dapat langsung kami komunikasikan lewat surat maupun telepon," ujar Ali.

Untuk mengoptimalkan layanan jemaah sejak kedatangan mereka di Makkah, Ali Machzumi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah mitigasi.

Pertama, menempatkan petugas untuk memberikan pendampingan dan penjelasan kepada jemaah haji yang berbeda penempatan hotelnya, sehingga jemaah tidak bingung dan panik.

"Semua jemaah mendapatkan hotel dan akan diantarkan ke hotel masing-masing," sebut Ali Machzumi.

Kedua, petugas memberikan konsumsi keoada jemaah haji yg telah disediakan dihotel saat kedatangan. Ketiga, mengidentifikasi koper-koper jemaah yang baru datang, lalu segera mendistribusikan kepada jemaah di hotelnya masing-masing.

"Jangan lupa harus berkoordinasi kepada petugas di sektor tersebut,' ujar Ali.

Keempat, PPIH Sektor segera mendata jemaah yang belum dapat kartu Nusuk melalui ketua rombongan/ketua kloternya, sehingga bisa segera disampaikan kepada pihak markaz/maktab pada Syarikah yang melayani jemaah.

Kelima, PPIH Daker Makkah melakukan koordinasi dan menyampaikan data kedatangan jemaah di Makkah untuk segera dipersiapkan kartu Nusuknya. Keenam, petugas menginformasikan kepada jemaah haji yang belum dapat kartu Nusuk untuk beribadah di masjid/musala yang telah disediakan di hotel-hotel jemaah.

"Jemaah haji Indonesia yang baru datang di Makkah dan belum dapat kartu Nusuk, tidak perlu khawatir, proses umrah wajib akan didampingi pihak syarikah. Jadi insyaAllah tidak ada masalah," pungkasnya.

Kartu Nusuk adalah identitas digital resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sejak 2024. Semula, kartu tersebut berbahan PVC berukuran panjang, dengan dominasi warna putih-cokelat, berisi foto jemaah, kode QR, dan nomor visa. Fungsi utamanya adalah verifikasi jemaah resmi untuk mencegah masuknya jemaah ilegal.

Jika hilang, proses penggantian tidak mudah dan membutuhkan pelaporan ke petugas hotel, kloter, hingga koordinasi ulang dengan pihak syarikah. Bahkan, jemaah bisa tertahan dalam perjalanan ke Armuzna jika tidak memiliki kartu ini.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Flash News
Reporter: Fahreza Rizky
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Bayu Septianto