tirto.id - Jemaah haji Indonesia diminta selalu menjaga keamanan diri saat beraktivitas di luar hotel ataupun di sekitar Kota Makkah. Terlebih, Otoritas Arab Saudi sedang memperketat administrasi menjelang momen puncak haji 2025 ini.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ali Machzumi, mengatakan bahwa jemaah haji Indonesia perlu membawa kartu Nusuk saat beraktivitas.
Para petugas Saudi, kata dia, akan selalu memeriksa dokumen ini saat akan memasuki area Masjidil Haram dan titik-titik lain di wilayah Makkah.
"Untuk jemaah haji yang beraktivitas di luar hotel harus selalu mengenakan kartu Nusuk. Bisa digantungkan di leher maupun ditaruh di tas. Para petugas resmi dari pihak Arab Saudi akan selalu memeriksa," ucap Ali di Makkah, dikutip Jumat (16/5/2025).
Tanpa membawa kartu Nusuk, seorang jemaah tidak akan diizinkan masuk ke wilayah Makkah, apalagi mengikuti rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Bahkan, layanan lain selama di tanah suci pun terintegrasi dengan kartu ini.
Kartu Nusuk adalah identitas digital resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sejak 2024. Semula, kartu tersebut berbahan PVC berukuran panjang, dengan dominasi warna putih-cokelat, berisi foto jemaah, kode QR, dan nomor visa. Fungsi utamanya adalah verifikasi jemaah resmi untuk mencegah masuknya jemaah ilegal.
Jika hilang, proses penggantian tidak mudah dan membutuhkan pelaporan ke petugas hotel, kloter, hingga koordinasi ulang dengan pihak syarikah. Bahkan, jemaah bisa tertahan dalam perjalanan ke Armuzna jika tidak memiliki kartu ini.
Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), ada 247 kelompok terbang (kloter) dengan 97.153 jemaah yang sudah tiba di Madinah.
Dari jumlah itu, sebanyak 99 kloter dengan 38.932 jemaah sudah diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah sejak 8 Mei 2025.
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































