tirto.id - Kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang II terus berlangsung. Mereka mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Mekkah.
Proses pendaratan berjalan lancar. Namun, terdapat sebuah koper milik jemaah yang dicurigai membawa barang terlarang.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, mengatakan bahwa koper tersebut sempat dibongkar oleh petugas keamanan Arab Saudi. Setelah diperiksa, ternyata isinya hanya makanan kering yang dibungkus dengan lakban.
“Setelah dibongkar, isinya ternyata cuma makanan, makanan kering, tetapi karena dikemas dengan lakban yang sangat rapat, sehingga dicurigai oleh pihak pemeriksa dan dilakukan pembongkaran,” kata Basir, Rabu (21/5/2025).
Para jemaah diimbau untuk mengemas barang bawaan secara wajar agar proses pemeriksaan di bandara dapat berjalan lancar. Apabila membawa barang yang diperbolehkan, pastikan penyimpanannya mengikuti ketentuan penerbangan yang berlaku.
“Diharapkan jemaah untuk bisa mengemas barang-barang makanan dengan wajar saja untuk menghindari hal-hal seperti ini,” lanjutnya.
Operasional ibadah haji 1446 H/2025 M kini memasuki hari ke-21. Hingga Rabu, 21 Mei 2025 pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (10.00 WIB), sebanyak 347 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia telah tiba di tanah suci.
Total jemaah yang telah mendarat di Arab Saudi mencapai 135.093 orang, termasuk di antaranya 29.449 jemaah lanjut usia (lansia).
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Akhmad Fauzin, menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar jemaah mulai beraktivitas di Kota Makkah.
Sebanyak 100.440 jemaah haji Indonesia telah melaksanakan rangkaian ibadah, termasuk umrah wajib dan ibadah-ibadah sunah lainnya.
Fauzin juga menyampaikan kabar duka. Hingga hari ke-21 operasional haji, tercatat 35 jemaah wafat, terdiri atas 26 laki-laki dan 9 perempuan.
“Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka dan menempatkan mereka dalam surga-Nya,” pungkasnya.
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































