tirto.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Bersamaan dengan itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI (Purn) Trenggono juga akan dilantik sebagai Wakil Kepala BGN.
Berdasarkan pantauan Tirto, Nanik tiba sekitar pukul 14.51 WIB di Kompleks Istana Kepresidenan. Tidak lama kemudian, Agustina dan Trenggono juga memasuki area istana pada sekitar pukul 15.15 WIB.
Dalam pernyataannya sebelum dilantik, Wakil Kepala BGN, Trenggono menyatakan bahwa dia sudah mundur dari jabatannya di TNI. Pengunduran diri itu sudah disampaikannya sejak Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengumumkan jabatan baru sebagai Wakil Kepala BGN.
"Sudah (mundur dari TNI). Semenjak diumumkan. Tidak (disuruh Presiden). Jadi, saya pensiun dini. Kesediaan saya," bebernya kepada awak media, di Komplek Istana Kepresidenan.
Pada kesempatan yang sama, Agustina mengatakan dirinya telah menerima undangan pelantikan sejak Minggu (7/6/2026). Namun, menurut dia, pengangkatan dirinya sebagai Wakil Kepala BGN secara administratif sebenarnya telah berlaku sejak Keputusan Presiden diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada 2 Juni lalu.
"Keppres-nya sudah berlaku sejak tanggal 2 Juni waktu diumumkan oleh Pak Mensesneg. Jadi hari ini pelantikannya," kata dia.
Setelah resmi dilantik, pimpinan baru BGN mengaku akan berfokus membenahi masalah tata kelola lembaga dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.
Menurut Agustina, evaluasi tata kelola akan dilakukan melalui penataan kembali sasaran penerima manfaat agar penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
"Karena kan tujuannya baik ya. Jangan ada anak-anak Indonesia kelaparan, ya. Nah itu tujuannya baik. Tapi, tata kelolanya tadi kurang baik, sehingga ada permasalahan seperti yang sekarang. Nah, kami diberi tugas untuk merapikan semuanya itu," tukas Agustina.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































