Menuju konten utama

Survei Lingkungan Belajar 2026 & Panduan Cara Menjawab Tepat

Simak panduan cara menjawab tepat Sulingjar 2026 dapat dicermati guru dan kepala sekolah. Cek ulasan lengkapnya.

Survei Lingkungan Belajar 2026 & Panduan Cara Menjawab Tepat
Anak Sekolah Menulis di Papan Tulis. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026 untuk kepala sekolah dan guru SD, SMP, serta SMA berlangsung hingga Senin, 17 Agustus 2026. Simak panduan cara menjawab Sulingjar 2026 yang tepat.

Sulingjar merupakan instrumen penting untuk memetakan kualitas pembelajaran di lingkungan pendidikan. Melalui survei ini, aspek input hingga proses belajar-mengajar diukur untuk mengetahui dampaknya terhadap hasil belajar siswa.

Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap guru dan kepala sekolah wajib berpartisipasi agar data yang dihasilkan lebih akurat dan representatif.

Hasil survei ini menjadi bagian dari data profil pendidikan dan rapor pendidikan untuk tiap satuan pendidikan dan pemerintah daerah. Data tersebut memberikan gambaran kualitas atau mutu pendidikan masing-masing.

Panduan Mengisi Survei Lingkungan Belajar 2026

Proses pengisian Survei Lingkungan Belajar 2026 dilakukan secara online tanpa pengawasan langsung. Dengan begitu, peserta dapat mengerjakannya kapan saja dan di mana saja selama terhubung dengan internet. Adapun pertanyaan dalam survei ini disesuaikan dengan perspektif responden, baik guru maupun kepala sekolah.

Sebelum pelaksanaan Sulingjar, sekolah perlu memastikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Education Management Information System (EMIS) telah terverifikasi dan tervalidasi. Berikutnya, operator atau proktor sekolah wajib mencetak kartu login pengisian survei, selambat-lambatnya 1 hari sebelum waktu pelaksanaan.

Kartu yang telah dicetak kemudian dibagikan kepada guru dan kepala sekolah sebagai data akses untuk mengisi Sulingjar. Berdasarkan dokumen "Framework Survei Lingkungan Belajar" yang diterbitkan Kemendikdasmen, Survei Lingkungan Belajar mencakup sembilan komponen atau kelompok variabel yang diasumsikan mempengaruhi hasil belajar.

Komponen tersebut meliputi latar belakang sosial-ekonomi murid, proses pembelajaran di kelas, praktik perbaikan pembelajaran oleh guru, dan kepemimpinan instruksional.

Berikutnya, iklim keamanan di satuan pendidikan, iklim kebinekaan di satuan pendidikan, iklim kesetaraan gender, iklim inklusivitas, dan dukungan orang tua dan murid terhadap program satuan pendidikan.

Selama pengisian survei, guru dan kepala sekolah menjawab pertanyaan berdasarkan pengalaman nyata serta kondisi lingkungan belajar di sekolah selama tahun ajaran terakhir. Guru dan kepala sekolah perlu menyampaikan secara objektif dan jujur yang menggambarkan kondisi nyata di sekolah.

Bagi kepala sekolah, Sulingjar dapat memberikan gambaran tentang pengelolaan sekolah, kepemimpinan, dan iklim pendidikan. Bagi guru, survei ini digunakan unruk membagikan pengalaman proses belajar mengajar dan dukungan yang diterima. Sulingjar juga dapat memberi peta kualitas pendidikan di daerah secara lebih akurat.

Berikut panduan cara menjawab Survei Lingkungan Belajar 2026 yang tepat:

1. Alokasikan Waktu Khusus

Meski tidak ada ketentuan waktu khusus pengisian Sulingjar, guru dan kepala sekolah perlu mengoalokasikan waktu agar jawaban yang diberikan dapat objektif tanpa terganggu dengan kegiatan lain. Fleksibilitas waktu ini memungkinkan guru dan kepala sekolah dapat mengisi Sulingjar kapan saja.

2. Beri Jawaban yang Objektif

Pengisian Sulingjar penting dilakukan secara objektif sesuai gambaran yang ada di kelas. Dengan begitu, peta kualitas pendidikan dan situasi sekolah dapat diukur sesuai kondisi nyata, bukan kondisi ideal yang diinginkan.

3. Pahami Alur Pengisian

Guru dan kepala sekolah perlu mempelajari hal teknis mulai dari data kartu peserta untuk dapat login, cara menjawab soal, hingga mengakhiri survei agar jawaban tersimpan. Pastikan memiliki jaringan internet yang stabil.

4. Jawaban Berpusat pada Interaksi Murid

Pertanyaan yang berkaitan dengan manajemen kelas dan praktik pembelajaran dapat diisi dengan skala yang positif dan interaktif. Khususnya yang berkaitan dengan kreativitas murid, kesepakatan kelas, dan apresiasi.

Khusus pertanyaan yang berkaitan dengan hukuman fisik, membentak, hingga metode mengajar yang monoton dapat dipilih skala yang paling rendah yaitu "Tidak Pernah" / "Sangat Tidak Sesuai".

5. Jawaban Mengedepankan Pembelajaran yang Proporsional

Guru perlu memberikan keterangan bahwa pembelajaran di sekolah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing murid tanpa diskriminasi.

Isi Sulingjar yang berhubungan dengan pembelajaran terdiferensiasi dengan opsi "Selalu" / "Sangat Setuju". Lalu survei yang berkaitan dengan diskriminasi dapat diisi dengan memilih jawaban "Sangat Tidak Setuju".

6. Jawaban Mengedepankan Inklusifitas dan Kesetaraan

Prinsip utama dalam pengisian Sulingjar yaitu dengan mengedepankan iklim kebinekaan, toleransi, dan keadilan. Pertanyaan yang berkaitan dengan akses yang sama pada murid laki-laki dan perempuan diisi dengan opsi "Sangat Setuju" / "Benar".

Sementara, pertanyaan yang membatasi murid atas dasar perbedaan gender, maka diisi dengan pilihan "Sangat Tidak Setuju".

7. Pentingnya Kemanan dan Pencegahan Kekerasan di Kelas

Ruang kelas wajib diisi dengan pembelajaran yang aman dari bullying, protektif terhadap kemanan siswa, dan tanggap terhadap laporan. Jika terdapat pertanyaan Sulingjar terkait keaktifan tim pencegahan kekerasan di sekolah, maka pilih jawaban "Sangat Setuju" / "Selalu".

Sebaliknya jika terdapat pernyataan yang menganggap bercandaan kasar atau bullying sebagai hal yang lumrah, maka isi jawaban dengan pilihan "Sangat Tidak Setuju".

Pembaca bisa mengakses artikel mengenai Sulingjar melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Sulingjar 2026

Baca juga artikel terkait SULINGJAR atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo