tirto.id - Jadwal Kirab Kebo Bule Kyai Slamet dalam rangka memperingati Malam 1 Suro Tahun Be 1960 di Kota Solo dipastikan siap digelar pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Perayaan menyambut pergantian tahun baru Jawa yang jatuh bersamaan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah ini akan berpusat di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Sejumlah kerbau bule keturunan Kyai Slamet diarak dalam gladi bersih Kirab Malam 1 Suro di kawasan Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Solo,Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026). Sebanyak 5 kerbau milik keraton tersebut akan menjadi cucuk lampah atau barisan terdepan dalam Kirab Pusaka Malam 1 Suro
Sesuai agenda, puncak Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta dijadwalkan mulai bergerak menjelang tengah malam, yakni sekitar pukul 23.30 WIB, dengan mengeluarkan lima ekor kebo bule keturunan Kyai Slamet yang bertindak sebagai cucuk lampah atau pemandu jalan iring-iringan pusaka suci dalem.
Bagi Anda yang berencana menyaksikan langsung jalannya upacara adat tahunan ini, berikut rincian jadwal susunan acara (rantaman) serta rute lengkap yang akan dilewati.
Jadwal Rantaman dan Rute Lengkap Kirab 1 Suro Keraton Solo
Rangkaian upacara sakral ini akan dimulai sejak sore hari pada pukul 18.00 hingga 19.00 WIB, di mana seluruh abdi dalem dan kepanitiaan berkumpul untuk persiapan awal di Sasana Prasadya dan Kori Kamandungan.
Memasuki pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, suasana Keraton akan diisi dengan agenda miyos dalem, yaitu momen saat SISKS Pakubuwono (PB) XIV keluar untuk menyapa para tamu undangan.
Tepat pada pukul 23.30 WIB, barisan utama kirab beserta lima ekor kebo bule Kyai Slamet akan mulai ditata dengan rapi di pelataran Keraton, dilanjutkan dengan upacara wilujengan di Sanggar Pamujan. Arak-arakan pusaka dalem ini dijadwalkan mulai bergerak meninggalkan istana tepat pada tengah malam dan akan mengitari rute luar benteng dari pukul 00.00 hingga 02.00 WIB.
Rombongan kirab dipastikan tetap menggunakan jalur konvensional yang diawali dengan bergerak ke utara melintasi Jalan Supit Urang menuju Jalan Pakoe Boewono. Setelah melewati Gapura Gladag, iring-iringan akan terus berjalan ke utara menyusuri Jalan Jenderal Sudirman sebelum akhirnya berbelok ke arah timur melalui Jalan Mayor Kusmanto.
Perjalanan berlanjut ke sektor timur kota dengan berbelok ke selatan menyusuri Jalan Kapten Mulyadi, lalu rombongan akan mengambil arah barat untuk melintasi sepanjang Jalan Veteran. Memasuki tahap akhir, iring-iringan akan berbelok ke utara melalui Jalan Yos Sudarso, kemudian belok ke timur masuk ke jalan protokol Jalan Slamet Riyadi.
Dari Jalan Slamet Riyadi, rombongan kirab akan kembali berbelok ke arah selatan menuju Jalan Pakoe Boewono hingga akhirnya masuk kembali ke dalam kompleks Keraton Surakarta. Seluruh utusan dalem dan abdi dalem yang bertugas mengawal pusaka dijadwalkan telah selesai mengitari rute tersebut dan tiba di istana pada pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.
Puncak dari seluruh rangkaian adat ini akan resmi berakhir pada pukul 03.30 WIB yang ditandai dengan momen jengkar dalem, di mana SISKS PB XIV bangkit dan beranjak meninggalkan Sasana Prasadya dengan diiringi alunan syahdu dari gending Calapita.
Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, pihak keamanan juga akan menyiapkan intervensi APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) di sepanjang persimpangan jalan yang dilewati.
Mengingat panjangnya prosesi adat yang berlangsung hingga dini hari, pihak keamanan mengimbau masyarakat yang datang menonton untuk tetap tertib dan mematuhi aturan lalu lintas. Penonton sangat diharapkan untuk memanfaatkan kantong-kantong parkir resmi yang telah disediakan di sekitar rute agar tidak memicu kemacetan parah di seputar area Keraton.
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id
































