tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato dalam forum World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, di Davos, Swiss pada Kamis (22/1/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo memamerkan Danantara dan membahas tentang Prabowonomics.
WEF Annual Meeting 2026 adalah pertemuan tahunan ke-56 yang diselenggarakan oleh World Economic Forum. Forum ini merupakan salah satu ajang paling bergengsi dan berpengaruh di dunia untuk membahas arah ekonomi dan kebijakan global.
Lebih dari 2.500 peserta terpilih dari seluruh dunia yang terdiri dari Kepala negara dan kepala pemerintahan, menteri dan pejabat tinggi internasional, CEO dan pimpinan perusahaan multinasional, pemimpin lembaga keuangan global, akademisi, pemikir kebijakan, inovator, hingga tokoh masyarakat sipil.
Apa Itu Prabowonomics?
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam sebuah pernyataan pers, menyatakan, Prabowo akan menyampaikan pidato khusus pada WEF Annual Meeting 2026, dan akan menguraikan ide-ide ekonomi dalam kepemimpinannya.
“Intinya beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep pemikiran ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan, selama beliau sebelum menjadi Presiden dan sejak menjadi Presiden hingga sekarang, dan beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini. Dan itu beliau sebut dengan Prabownomics,” papar Teddy dikutip dari laman resmi Sekretariat Kepresidenan.
Apa Itu Prabowonomics?
Dari laman resmi DPR RI, dijelaskan Prabowonomics adalah pendekatan pembangunan ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran yang menekankan kemandirian dan ketahanan nasional sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang.Konsep ini berfokus pada penguatan kedaulatan pangan dan energi, serta peningkatan daya saing industri nasional agar Indonesia tidak bergantung pada impor dan lebih mampu menghadapi guncangan global.
Melalui Prabowonomics, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, yang dipandang perlu untuk menciptakan lapangan kerja dalam skala besar dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Isi Pidato Prabowo di WEF Davos
Ada beberapa poin penting yang disampaikan Prabowo dalam sambutannya di WEF Annual Meeting 2026, antara lain:
1. Prabowo tekankan pentingnya perdamaian dunia
Prabowo menggambarkan kondisi dunia yang sedang tidak pasti, ditandai oleh perang, konflik, dan melemahnya kepercayaan antarnegara dan lembaga.Dalam situasi seperti ini, ia menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas adalah hal paling berharga.
2. Pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil
Penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut Indonesia sebagai titik terang ekonomi global. Di tengah ketegangan global dan perlambatan ekonomi dunia, Indonesia tetap tumbuh stabil di atas 5 persen, inflasi rendah, dan defisit anggaran terkendali.3. Prabowo tegaskan Indonesia tak pernah gagal bayar utang
Indonesia tidak pernah gagal membayar utang dan selalu menghormati kewajiban dari pemerintahan sebelumnya. Pesan ini penting untuk meyakinkan dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara yang dapat dipercaya.4. Prabowo pamerkan Danantara
Indonesia membentuk sovereign wealth fund bernama Danantara Indonesia yang bertujuan mengelola kekayaan negara secara profesional untuk membiayai pembangunan masa depan dan menjadikan Indonesia mitra setara bagi investor global.Melalui Danantara, Indonesia tidak lagi hanya menawarkan stabilitas, tetapi juga peluang. Presiden menegaskan bahwa Indonesia siap berinvestasi bersama, bukan sekadar menerima modal.
Presiden menjelaskan bahwa Danantara saat ini mengelola lebih dari seribu BUMN, yang akan dirampingkan menjadi sekitar 300 perusahaan agar lebih efisien dan profesional.
5. Efisiensi anggaran sebagai salah satu kebijakan pemerintah
Efisiensi anggaran telah dilakukan di awal pemerintahannya sehingga dalam dua bulan pertama, pemerintah memangkas program yang tidak efektif dan menghemat 18 miliar dolar AS. Dana tersebut dialihkan ke program yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.6. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga angkat ekonomi
Program MBG yang dimulai Januari 2025 menyasar ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak-anak, dan lansia yang hidup sendiri telah berkembang pesat.Presiden menekankan bahwa program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga ekonomi. Puluhan ribu UMKM dan koperasi terlibat dalam rantai pasok, menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.
Selain beberapa poin di atas, Prabowo juga menyinggung tentang sektor pendidikan Indonesia yang semakin maju dengan dibangunnya sekolah asrama untuk siswa kurang mampu, digitalisasi pembelajaran, dan renovasi sekolah.
Di bidang kesehatan, Prabowo juga menyebut program pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia.
Prabowo juga menyebut Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dan menargetkan swasembada pangan lainnya sebagai bagian dari kedaulatan nasional.
Di bagian akhir pidatonya, Prabowo menegaskan Indonesia tetap terbuka bagi investasi asing dan domestik, dengan menjamin stabilitas dan kepastian hukum berbasis kebijakan yang terbukti efektif.
“Saya berharap dapat bertemu banyak dari Anda di ruangan ini, di Indonesia. Karena di Bali, bulan Juni ini, kita akan menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit pertama bersama dengan Forum Ekonomi Dunia,” ujar Prabowo.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































