tirto.id - Sejumlah rangkaian KRL buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menjalani pemeriksaan dan berdampak pada pengurangan perjalanan Commuter Line koridor Jakarta Kota-Depok-Bogor sejak Senin (7/9/2026).
Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan, INKA bersama KAI Commuter dan stakeholder terkait saat ini melakukan general check up terhadap rangkaian KRL seri iE305 produksi INKA.
"Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah terjun langsung bersama tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfungsi optimal. Kami mendukung penuh proses ini demi memastikan keandalan dan keselamatan sarana," ujar Nanang dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (9/9/2026).
Nanang menuturkan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh komponen pada rangkaian bekerja dengan baik, termasuk sistem bogie—kerangka atau sasis bawah beroda—, sistem propulsi, serta komponen lain yang berkaitan dengan aspek keselamatan perjalanan.
KRL seri iE305 sendiri merupakan armada baru yang diproduksi INKA untuk KAI Commuter dan mulai digunakan untuk melayani penumpang pada Desember 2025. Pengadaannya mencakup 16 trainset atau 192 unit kereta, dengan setiap rangkaian terdiri dari 12 kereta. Tujuh dari trainset yang telah beroperasi itu lah kini menjalani pemeriksaan.
Sebagai informasi, pemeriksaan terhadap KRL iE305 dilakukan setelah salah satu rangkaian mengalami insiden anjlok pada Jumat (4/9/2026), saat hendak memasuki Stasiun Jakarta Kota pada pagi hari. Setelah dilakukan penanganan, rangkaian kemudian dievakuasi Balai Yasa Manggarai untuk menjalani pemeriksaan. Namun, kereta yang sama kembali mengalami anjlok di kawasan Stasiun Manggarai sore harinya.
Nanang menuturkan, pemeriksaan terhadap bogie, sistem propulsi, dan komponen terkait dilakukan untuk memastikan kondisi sarana secara menyeluruh. INKA juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan KAI Commuter selama proses general check up berlangsung.
"Bagi kami, ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai manufaktur dan sinergi dalam ekosistem perkeretaapian. Tentunya dengan tujuan meningkatkan kualitas produk demi kenyamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line," kata .
Berkurangnya Layanan KRL
Proses pemeriksaan dan perawatan kereta baru buatan INKA tersebut ke bengkel membuat KAI Commuter melakukan penyesuaian perjalanan Commuter Line Jabodetabek hingga 31 September mendatang. VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan sebanyak 17 perjalanan Commuter Line yang kini mengalami penyesuaian.
Pada pagi hari, tujuh perjalanan dari Bogor, Cilebut, dan Depok menuju Manggarai/Jakarta Kota dibatalkan. Selain itu, lima perjalanan dari Jakarta Kota menuju Bogor juga mengalami penyesuaian. Kemudian, pada sore hari, terdapat dua perjalanan dari Manggarai menuju Bogor dan tiga perjalanan dari Bogor yang disesuaikan.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, KAI Commuter kini mengoperasikan 1.048 perjalanan Commuter Line Jabodetabek per hari. Jumlah tersebut turun dari sebelumnya 1.065 perjalanan setiap hari.
Karina mengatakan perawatan sarana dilakukan untuk mengoptimalkan layanan sekaligus memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan pengguna.
"Kami memahami pasti akan ada ketidaknyamanan bagi para pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," ucapnya.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































