tirto.id - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indosat Tbk (ISAT) menyetujui penunjukan Nezar Patria yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi Digital (Komdigi) sebagai Komisaris Utama (Komut) Perseroan.
Selain itu, Perseroan juga menunjuk Syed Bilal Kazmi sebagai Direktur, menggantikan Ritesh Kumar Singh yang telah menyampaikan surat pengunduran dirinya sejak Senin (26/5/2025).
“RUPST telah menetapkan susunan anggota Direksi (efektif) sejak tanggal 1 Agustus 2025 sampai ditutupnya RUPST pada tahun 2027 dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk memberhentikannya sewaktu-waktu,” kata VP Head of External Communications, Eni Nur Ifati, dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (28/5/2025).
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris Perseroan akan efektif sejak RUPST 2025 berakhir hingga RUPST 2026. Adapun, susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris ISAT setelah RUPST 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Direksi
1. Vikram Sinha sebagai Direktur Utama;
2. Lee Chi Hung sebagai Direktur;
3. Muhammad Buldansyah sebagai Direktur;
4. Irsyad Sahroni sebagai Direktur;
5. Ahmad Zulfikar sebagai Direktur;
6. Cheung Kwok Tung sebagai Direktur; dan
7. Syed Bilal Kazmi sebagai Direktur.
Dewan Komisaris
1. Nezar Patria sebagai Komisaris Utama;
2. Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo sebagai Wakil Komisaris Utama;
3. Fok Kin Ning, Canning sebagai Wakil Komisaris Utama;
4. Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama sebagai Komisaris;
5. Rene Heinz Werner sebagai Komisaris;
6. Woo Chiu Man, Cliff sebagai Komisaris;
7. Cheung Kwan Hoi sebagai Komisaris;
8. Efthymios Tsokanis sebagai Komisaris;
9. Sugito Walujo sebagai Komisaris;
10. Achmad Syah Reza sebagai Komisaris;
11. Elisa Lumbantoruan sebagai Komisaris Independen;
12. Wijayanto sebagai Komisaris Independen;
13. Hernando sebagai Komisaris Independen;
14. Rudiantara sebagai Komisaris Independen; dan
15. Ajay Bahri sebagai Komisaris Independen.
Siapkan Capex Rp13 Triliun
Selain itu, dalam RUPST juga disepakati bahwa Perseroan mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) senilai Rp13 triliun pada 2025. Nantinya, alokasi belanja modal tersebut akan digunakan untuk memperluas jaringan, meningkatkan kualitas layanan, dan mengadopsi teknologi baru.
“Dalam hal belanja modal, kami terus berupaya untuk membelanjakan sekitar Rp13 triliun untuk belanja modal setahun penuh. Dan Q1 kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai belanja tersebut, yang cukup sejalan dengan apa yang kami belanjakan," jelas Direktur sekaligus Chief Financial Officer (CFO) Indosat, Nicky Lee Chi Hung, dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kantor Pusat Indosat, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025).
"Jadi kami membelanjakan uang, terus mengembangkan jaringan kami dan meningkatkan jaringan kami,” ucapnya menambahkan.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id



































