Menuju konten utama

Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Kesepakatan Damai AS-Iran

Pada perdagangan Rabu sebelumnya, Brent berhasil ditutup sedikit menguat, sedangkan WTI justru terkoreksi tipis.

Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Kesepakatan Damai AS-Iran
Kapal pertamina di selat hormuz, dari rilis PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream. (FOTO/dok. Pertamina)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mendorong pelemahan harga minyak pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Ini seiring dengan kemajuan dialog Iran-Oman yang berpotensi mengakhiri konflik lima bulan dan membuka kembali Selat Hormuz.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent tercatat turun 37 sen atau 0,5 persen ke level US$79,08 per barel pada pukul 00.24 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS mengalami penurunan lebih dalam, yakni 53 sen atau 0,7 persen menjadi US$74,69 per barel.

Pada perdagangan Rabu sebelumnya, Brent berhasil ditutup sedikit menguat, sedangkan WTI justru terkoreksi tipis.

Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz sudah di depan mata, para pejabat Washington terus menegaskan sikap mereka.

"Kami tidak akan pernah setuju jika Iran mengendalikan akses ke jalur perdagangan terpenting dunia untuk pasokan energi," demikian pernyataan berulang para pejabat AS dikutip Reuters.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS mengenai proposal yang diajukan dalam pembicaraan tersebut. Di sisi lain, Iran mengambil langkah pencegahan dengan memberikan peringatan keras kepada negara-negara Teluk.

Berdasarkan informasi dari lima sumber Reuters, Teheran menyatakan setiap serangan baru AS di wilayah Iran akan memicu pembalasan terhadap infrastruktur energi vital di seluruh kawasan.

Langkah ini ditempuh Iran untuk meningkatkan risiko militer dengan mengancam sekutu-sekutu terdekat Washington di Timur Tengah.

Sementara itu, ketegangan di kawasan masih berlanjut. Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Saudi di perairan Laut Merah, tepatnya di lepas pantai Kota Yanbu.

Serangan serupa juga dilaporkan terjadi di Teluk Aden. Namun, hingga berita ini diturunkan, pemerintah Saudi belum memberikan konfirmasi atas kedua insiden tersebut.

Analis Takashima mengungkapkan bahwa kekhawatiran akan serangan Houthi yang mengganggu pelayaran di Laut Merah masih membatasi optimisme pelaku pasar terhadap prospek berakhirnya gangguan distribusi energi di kawasan Timur Tengah.

Di dalam negeri AS, data dari Administrasi Informasi Energi (EIA) pada Rabu menunjukkan adanya peningkatan stok minyak mentah. Cadangan minyak mentah AS bertambah 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Juli.

Angka ini bertolak belakang dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memprediksi penurunan 1,5 juta barel. Kenaikan stok ini terjadi seiring dengan pengurangan kapasitas pengolahan kilang dan peningkatan impor yang tipis.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi