tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menyiapkan serangkaian insentif pada semester II 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mencapai target pertumbuhan 5,4 persen pada tahun ini.
Menurut Airlangga, pemerintah tetap optimistis perekonomian nasional mampu tumbuh sesuai target APBN 2026 meski ketidakpastian global dan tensi geopolitik masih membayangi.
"Dengan semester I yang solid, pemerintah optimis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga tahun 2026, dan tentunya pemerintah terus waspada terhadap gejolak yang muncul di geopolitik sambil memperkuat fondasi perekonomian nasional," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Untuk menjaga laju pertumbuhan, pemerintah akan mengandalkan sejumlah mesin penggerak ekonomi, mulai dari investasi, belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, hingga aktivitas perdagangan.
"Semester II, tentu kita menargetkan tahun ini kan sesuai dengan APBN, 5,4 [persen]. Jadi, tentu kita harus menjaga momentum pertumbuhan di atas 5 [persen]," tuturnya.
"Di semester ini kan kita mengharapkan dari segi investasi sebagai penggerak, kemudian dari belanja pemerintah, dan juga daya beli masyarakat, serta dari impor dan ekspor," sambungnya.
Sebagai penopang, pemerintah menyiapkan berbagai stimulus yang menyasar konsumsi rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, sektor perumahan, hingga transportasi. Pemerintah juga melanjutkan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta per bulan.
"Di samping itu, kita kan masih melanjutkan PPh ditanggung pemerintah untuk pekerja yang [berpenghasilan] di bawah Rp10 juta. Nah, itu kan nilainya sekitar Rp2 jutaan," ucap Airlangga.
Paket insentif yang disiapkan pemerintah pada semester II 2026 meliputi:
- Bantuan pangan berupa 10 kilogram beras bagi 33,24 juta penerima manfaat.
- Diskon transportasi selama libur sekolah serta Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, berupa potongan tarif angkutan laut sebesar 30 persen, pembebasan tarif pelabuhan, serta PPN Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi.
- PPh Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta per bulan.
- Peningkatan alokasi pembiayaan perumahan melalui FLPP dan KUR Perumahan dari Rp37,5 triliun menjadi Rp50 triliun.
- Program magang bagi 150 ribu Gen Z dengan pemberian upah selama masa magang.
- Program pelatihan vokasi bagi 250 ribu pelajar.
- Penurunan bunga KUR Mekaar menjadi 8 persen dari sebelumnya 18–20 persen.
- Stimulus kendaraan listrik yang masih dalam tahap pembahasan.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































