Menuju konten utama

Indonesia Resmi Masuki Fase Penuaan Penduduk

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025, persentase penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 11,97 persen.

Indonesia Resmi Masuki Fase Penuaan Penduduk
Personel TNI AL menggandeng seorang lanjut usia (lansia) saat bakti sosial dan kesehatan di Gedung Lakesla Drs. Med. R. Rijadi S., Phys. Surabaya, Jawa Timur, Rabu (26/11/2025). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indonesia resmi memasuki fase penuaan penduduk (aging population) pada 2025. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia yang telah melampaui ambang batas 10 persen dari total populasi.

Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 11,97 persen.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan capaian tersebut menandai perubahan struktur demografi nasional. “Persentase lansia hasil Supas 2025 adalah sebesar 11,97 persen yang menunjukkan bahwa Indonesia sudah memasuki fase penuaan penduduk atau aging population,” ujarnya dalam rilis di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Supas 2025 sendiri dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2025 untuk memperbarui indikator kependudukan pasca Sensus Penduduk 2020. Survei ini mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, sehingga mampu menghasilkan estimasi hingga level daerah, mencakup berbagai indikator seperti fertilitas, mortalitas, mobilitas, hingga karakteristik lansia.

Secara umum, jumlah penduduk Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 284,67 juta jiwa, meningkat dari 237,64 juta jiwa pada 2010. Meski demikian, laju pertumbuhan penduduk dalam lima tahun terakhir melambat menjadi 1,08 persen per tahun. Sedangkan sebaran penduduk masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan porsi 55,65 persen dari total populasi.

Usia Muda Menyempit

Dari sisi struktur umur, Indonesia sebenarnya masih didominasi oleh penduduk usia produktif (15-64 tahun) yang mencapai 68,94 persen. Namun, terjadi pergeseran komposisi dengan menyempitnya kelompok usia muda (0-14 tahun) dan usia produktif, serta meningkatnya proporsi penduduk usia lanjut.

Perubahan struktur ini turut memengaruhi rasio ketergantungan yang pada 2025 tercatat sebesar 45,05. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 45 penduduk usia nonproduktif.

"Sepanjang tahun 2015 sampai dengan 2025 rasio ketergantungan berada di bawah 50 yang menandakan bahwa penduduk usia produktif masih dominan dan Indonesia masih berada dalam fase bonus demografi namun pada tahun 2025," jelas Amalia.

BPS juga mencatat tidak semua wilayah mengalami fase penuaan penduduk secara merata. Sebanyak 16 provinsi telah masuk kategori aging population, sementara 22 provinsi lainnya belum. Hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa telah memasuki fase ini.

Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wilayah dengan proporsi lansia tertinggi, yakni 17,83 persen, diikuti Jawa Timur sebesar 15,45 persen dan Bali 15,07 persen. Sebaliknya, provinsi dengan persentase lansia terendah berada di kawasan timur Indonesia, seperti Papua Tengah (6,71 persen), Papua Barat (6,77 persen), dan Papua Selatan (6,81 persen).

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana