tirto.id - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyambangi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk membahas sejumlah kebijakan, salah satunya terkait insentif kendaraan listrik.
Pertemuan tersebut membahas pemberian stimulus bagi motor dan mobil listrik. Menurut Agus, insentif itu semakin relevan karena tidak hanya bertujuan mengurangi emisi, tetapi juga menekan penggunaan BBM dan subsidi negara di tengah memanasnya geopolitik.
"Kita sudah bicara salah satunya juga bicara soal insentif sebagai stimulus. Kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik, ini semakin relevan," ujar Agus usai pertemuan di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026).
Agus menjelaskan sejumlah alasan utama mengapa insentif dan stimulus penting untuk direalisasikan. Pertama, untuk mengurangi emisi. Kedua, yang kini dinilai lebih penting, yaitu mengurangi konsumsi BBM sehingga subsidi energi bisa ditekan.
Selain itu, stimulus yang diberikan oleh pemerintah juga diperlukan untuk menopang pertumbuhan industri di dalam negeri, utamanya terkait dengan terganggunya pasokan bahan baku imbas perang Iran.
"Yang ketiga yang juga tidak kalah pentingnya, insentif atau stimulus itu memang harus dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindungi," tambahnya.
Agus juga memaparkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengenai perubahan perilaku pasar otomotif nasional.
Sejak reformasi bergulir, orientasi pasar disebut beralih ke produk yang lebih berbasis ramah lingkungan, di mana konsumen cenderung menghindari penggunaan BBM. Hal ini dinilai memperkuat urgensi insentif kendaraan listrik.
"Jadi kalau data yang saya terima dari teman-teman Gaikindo, mengatakan bahwa sejak reformasi itu terjadi, orientasi market switch. Jadi menghindari penggunaan BBM," ucap Agus.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































