tirto.id - Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengungkapkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah Cina dalam misi pembebasan warga negara Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dan kini disandera oleh sekelompok perompak. Dia mengaku terus memberi atensi kepada para ABK tersebut dan menjadikan upaya pembebasannya sebagai agenda prioritas Kemlu.
Koordinasi dilakukan dengan pemerintah Cina karena terdapat 5 warga negara Cina yang diculik selain 4 WNI di laut perairan Gabon, Afrika Tengah pada Minggu 11 Januari 2026.
"Ya, ini kita lagi memantau terus perkembangannya dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok," kata Sugiono dalam keterangan pers usai pelaksanaan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) RI 2026 di kantor Kemlu, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Sugiono menuturkan bahwa hingga saat ini pemerintah belum menerima kabar terkait para WNI yang diculik. Meski demikian, perwakilan diplomat yang berada di Gabon telah melakukan sejumlah upaya, termasuk memantau nasib para ABK asal Indonesia tersebut.
"Kita akan coba cari jalur, untuk bisa cari tahu kondisinya seperti apa dan saya kira perwakilan kita di Gabon juga sudah terus memonitor situasi ini. Saya menunggu laporannya setiap jam, setiap ada update," terangnya.
Sebelumnya, Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa keempat WNI yang diculik di Perairan Ekwata, Gabon, Afrika Tengah bekerja di kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828).
Dari 12 orang awak kapal IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828), tiga orang di antaranya kini berada dalam kondisi yang aman. Mereka tetap berada di dalam kapal yang sama. Dari tiga orang tersebut, dua orang di antaranya merupakan WNI.
Tiga orang awak kapal yang selamat itu lalu berlayar ke ibu kota Gabon, Libreville, sambil dikawal oleh pasukan Angkatan Laut (AL) Gabon.
“Pasukan AL Gabon tengah memburu para pelaku,” ucap Heni.
Sesaat setelah terjadinya insiden pembajakan kapal, Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaounde langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat, perusahan/agen kapal, dan pihak terkait lainnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































