Menuju konten utama

Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama saat Trump Naikkan Tarif Impor

Airlangga mengatakan, Indonesia berharap kerja sama dengan AS di sektor perdagangan pada komoditas pangan seperti kacang kedelai & gandum dapat diteruskan.

Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama saat Trump Naikkan Tarif Impor
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan saat konferensi pers Hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (31/1/2025).ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terus memperkuat hubungan diplomatik yang komprehensif selama masa kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Dalam konferensi video dengan Anggota Kongres AS dari Partai Republik, Carol Miller, Menko Airlangga menyoroti pentingnya posisi Indonesia dalam tatanan kawasan Indo-Pasifik, serta peran strategis Indonesia dalam beberapa forum multilateral seperti ASEAN, G20, dan APEC.

“Indonesia sangat mengapresiasi hubungan bilateral yang baik dengan Amerika Serikat, baik dalam kerja sama ekonomi maupun bentuk lainnya. Untuk mendukung ketahanan pangan domestik, kami berharap bahwa kerja sama perdagangan pada komoditas pangan esensial seperti kacang kedelai dan gandum dapat diteruskan,” ujar Airlangga dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (4/4/2025) sebagaimana dikutip Antara.

Dengan peran strategis tersebut, Indonesia dapat membuka peluang kerja sama dengan AS pada beberapa sektor seperti investasi dan perdagangan terhadap komoditas-komoditas strategis antar kedua negara.

Merespon hal tersebut, Congresswoman Miller menyampaikan bahwa AS akan berfokus pada tiga aspek yang menjadi prioritas hubungan dengan Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Trump, yaitu kerja sama, stabilitas kawasan, dan keamanan.

Good trading partners makes good friends, kami mengapresiasi peran penting Indonesia dalam kawasan Indo-Pasifik dan ASEAN, serta akan terus menjalin hubungan diplomatik secara bilateral yang baik dengan Indonesia,” ujar Congresswoman Miller.

Selain kerja sama pada perdagangan di sektor pangan strategis, Indonesia juga menyinggung, potensi kerja sama di bidang ekonomi bersih seperti carbon capture and storage (CCS) serta mineral kritis dapat diteruskan ke depannya.

“Kerja sama strategis dengan Amerika Serikat pada kedua sektor ini dapat secara signifikan mendorong posisi Indonesia pada sektor ekonomi bersih dan rantai pasok mineral kritis global,” tutur mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Sebagai catatan, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kenaikan tarif perdagangan kepada sejumlah negara pada Rabu (2/4/2025). Kenaikan tarif perdagangan menyasar negara-negara yang memiliki surplus neraca perdagangan dengan negara yang dijuluki "Negara Paman Sam" itu.

Indonesia termasuk dalam 60 daftar negara yang terdampak akibat kebijakan Trump. Dari data Gedung Putih, Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen. Selain Indonesia, negara Asia Tenggara yang ikut terdampak antara lain Malaysia, Kamboja, Vietnam serta Thailand dengan masing-masing kenaikan tarif 24 persen, 49 persen, 46 persen dan 36 persen.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher