tirto.id - Ilham Akbar Habibie, mengungkapkan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), mengganti warna mobil milik ayahnya, BJ Habibie. Padahal, mobil bermerek Mercedes Benz itu belum dilunasi.
Hal tersebut disampaikan Ilham usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB).
Ilham berkata warna asli mobil merek Mercedes Benz alias Mercy tersebut adalah silver dan diganti Ridwan Kamil menjadi biru metalik tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.
"Silver (jadi) biru metalik," kata Ilham kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2025).
Ilham menjelaskan mobil tersebut, dibeli Ridwan Kamil usai mengunjungi rumahnya dan melihat beberapa koleksi mobil BJ Habibie. Katanya, Ridwan Kamil, tertarik dengan salah satu mobil, yang akhirnya dibeli dengan cara dicicil.
Tak hanya mengganti warna mobil, Ridwan Kamil juga belum membayar tagihan bengkel tempat mobil tersebut direstorasi. Hingga saat ini, Ridwan Kamil belum melunasi cicilan mobil tersebut.
Kemudian, kata Ilham, atas kesepakatan dengan Ridwan Kamil, mobil itu akan ditarik karena belum lunas. Namun, Ridwan Kamil belum melunasi biaya restorasi, pihak bengkel ogah menyerahkan mobil.
Belum sempat ditarik, mobil itu dinyatakan disita oleh KPK karena diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi di BJB.
"Tidak dilunasi juga, kami mau tarik. Tapi bengkelnya enggak mau kasih, karena dia juga belum dibayar. Jadi, setelah itu ya tidak lama kemudian, udah di, ada KPK, kami, kan, enggak tahu menahu mengenai KPK karena ini bukan urusan kita," ucapnya.
Dia menyebut, dari total harga mobil senilai Rp2,6 miliar, Ridwan Kamil baru membayar senilai Rp1,3 miliar. Kini, Ilham masih menunggu proses nasib mobil tersebut oleh KPK. Dia menegaskan tidak mengetahui sumber uang yang digunakan Ridwan Kamil untuk membeli mobil yang merupakan warisan dari ayahnya itu.
"Itu, kan, saya tidak tahu, itu di pihak, yang tahu itu KPK, kami cuma sebagai penjual saja. Kalau kami menjual barang, kan, kami tidak tanya dari mana uangnya, kan, enggak mungkin," pungkasnya.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































