tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke level 6.161,456 pada pembukaan perdagangan Jumat (19/6/2026), usai pengumuman hasil laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Mengutip RTI Business pukul 09.09 WIB, indeks turun 11,9 poin atau sebesar 0,19 persen sesaat setelah dibuka.
Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai oleh 286 saham menguat, 200 melemah, dan 188 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.
Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 6.156,920 hingga 6.215,063 sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.743 triliun.
Adapun volume transaksi mencapai 3,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,2 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 218.666 kali.
Sebelumnya, MSCI mempertahankan Indonesia ke dalam kelompok pasar negara berkembang atau emerging market.
Meski begitu, dalam laporan Global Market Accessibility Review 2026, MSCI memberikan sorotan terkait praktik perdagangan terkoordinasi atau perdagangan semu yang dapat mengganggu pembentukan harga saham yang wajar dan efisien.
Selain itu, penyedia indeks saham global itu juga menekankan soal transparansi kepemilikan saham di emiten Indonesia. Bersama Turki, Indonesia dinilai mengalami kemunduran (downgrade) pada kriteria arus informasi (information flow).
"Selain itu, informasi rinci mengenai pasar saham tidak selalu tersedia atau diungkapkan dalam bahasa Inggris," tulis MSCI dalam laporan tersebut, dikutip Jumat (19/6/2026).
MSCI juga memberikan nilai negatif pada sejumlah poin, di antaranya tingkat liberalisasi pasar valuta asing serta pendaftaran investor dan pembuatan akun.
Meski begitu, secara umum peningkatan lebih banyak terjadi di kelompok negara berkembang. Sedangkan, penurunan pada sejumlah poin penilaian kebanyakan terjadi karena masalah struktural di masing-masing bursa saham negara berkembang.
"Penurunan tersebut dipicu oleh masalah yang berasal dari isu struktural terkait ketidaktransparanan struktur kepemilikan saham serta kekhawatiran mengenai praktik perdagangan terkoordinasi di Indonesia dan Turki yang berdampak pada kriteria Aliran Informasi mereka," lanjut MSCI.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id




































