Menuju konten utama

IHSG Anjlok ke Level 7.945,040 Pada Pembukaan Pagi Ini

Gerak IHSG pada awal perdagangan Jumat (6/2/2026) terpantau di rentang 7.888,479 hingga 7.945,433, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.289,553 triliun.

IHSG Anjlok ke Level 7.945,040 Pada Pembukaan Pagi Ini
Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan kelompok 45 saham unggulan indeks LQ45 turun 33,16 poin atau 3,98 persen ke posisi 800,37. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 7.945,040 pada perdagangan Jumat (6/2/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.03 WIB, indeks turun 209,128 poin atau sebesar 2,58 persen.

Laju IHSG didorong oleh 57 saham yang dibuka menguat, 540 saham dibuka melemah dan 87 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 7.888,479 hingga 7.945,433, sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp14.289,553 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 4,15 miliar saham berpindah tangan melalui 219.499 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp1,93 triliun.

Sementara itu, berdasarkan analisis teknikal dari Binaartha Technical Research, 5 Februari 2026 menunjukkan bahwa IHSG menguat 0.30 persen di level 8146.717 pada akhir perdagangan 4 Februari 2026.

IHSG diperkirakan dapat segera memulai koreksi apabila penutupan hariannya masih berada di bawah resisten Fibonacci 8.259. Adapun penutupan di atas level tersebut akan membuka jalan untuk ekstensi tren naik jangka pendek menguji garis SMA-60 sekaligus mencapai area gap minimal di 8.596.

Level support IHSG berada di 7617, 7362, 7265, 7099 dan 7962, sementara level resistennya di 8377, 8596 dan 8837. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Alfons Yoshio Hartanto