Menuju konten utama

Hubungan Sosiologi dengan Antropologi dan Contohnya

Hubungan sosiologi dengan antropologi cukup erat karena keduanya memiliki objek kajian yang sama yakni manusia. Berikut penjelasan lengkap dan contohnya.

Hubungan Sosiologi dengan Antropologi dan Contohnya
Sejumlah pelajar berjalan di areal kegiatan Rumah Peradaban Situs Liyangan di kawasan lereng Gunung Sindoro, Komplek Situs Liyangan, Purbosari, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (11/12/2018). ANTARA FOTO/Anis Efizudin

tirto.id - Hubungan sosiologi dan antropologi tidak bisa dilepaskan dari kesamaan objek kajiannya, yakni manusia. Namun, dua bidang keilmuan tersebut juga punya beberapa perbedaan, misalnya berkaitan dengan ruang lingkup.

Salah satu persamaan sosiologi dan antropologi adalah sama-sama tergolong dalam rumpun ilmu sosial. Persamaan lain dari sosiologi dan antropologi lainnya mencakup aspek subbidang, teori, hingga fokus kajian, meliputi:

  • Sosiologi dan antropologi memiliki subbidang yang berintegrasi dengan ilmu-ilmu lain termasuk kriminologi, pekerjaan sosial, arkeologi, dan antropologi forensik.
  • Sosiologi dan antropologi meneliti manusia dalam kedudukannya di masyarakat, termasuk interaksinya.
  • Sosiologi dan antropologi memiliki kesamaan dalam hal teori, metode, dan pendekatan ilmiah.
  • Sosiologi dan antropologi menolak gagasan bahwa sifat manusia adalah faktor utama dalam situasi apapun, tetapi mempertimbangkan pengaruh budaya dan pengaruhnya terhadap sifat manusia.
  • Sosiologi dan antropologi berusaha memahami perilaku manusia.

Apa Perbedaan antara Antropologi dan Sosiologi?

Kendati ada aspek kesamaan, antropologi dan sosiologi juga mempunyai beberapa perbedaan. Perbedaan antropologi dan sosiologi mencakup aspek fokus kajian, ruang lingkup ilmu, hingga pendekatannya. Berikut ini penjelasannya:

  • Antropologi meneliti perilaku manusia pada tingkat yang lebih individualistis, sementara sosiologi meneliti bagaimana institusi sosial memengaruhi kelompok orang.
  • Antropolog berusaha memahami budaya yang berbeda, sementara sosiolog menerapkan temuan mereka untuk memecahkan masalah sosial kontemporer.
  • Antropologi bergantung pada bukti material, sementara sosiologi menggabungkan ekonomi dan statistik untuk memahami kelompok-kelompok sosial.
  • Antropologi menekankan pada budaya, karakteristik fisik dan sosialnya; sosiologi berfokus pada masyarakat, asal-usul dan perkembangannya.
  • Antropolog lebih mengandalkan data kualitatif untuk menarik kesimpulan, sementara sosiolog sangat bergantung pada data kuantitatif.
  • Ruang lingkup antropologi meliputi antropologi budaya, arkeologi, linguistik, dan antropologi fisik/biologik. Sedangkan sosiologi ruang lingkup meliputi organisasi sosial, psikologi sosial, perubahan sosial, ekologi manusia, populasi dan demografi, teori dan metodologi ilmu sosial, dan sosiologi terapan.
  • Antropologi menggunakan pendekatan diakronik dan sinkronik. Sedangkan sosiologi menggunakan pendekatan fungsionalis, teori konflik, interaksionis, dan fenomenologis.

Hubungan Sosiologi dan Antropologi

Hubungan sosiologi dan antropologi dalam dilihat dari beberapa aspek seperti kebudayaan dan ekonomi.

Dalam kebudayaan, antropologi mempelajari gambaran tentang perilaku manusia dan konteks sosial budayanya. Dalam hal ini, sosiologi berorientasi pada interaksi hubungan antar-manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat. Artinya, dua bidang ilmu ini saling berkaitan dalam kajian kebudayaan.

Hubungan sosiologi dan antropologi juga bisa dilihat dalam bidang ekonomi. Sebab, institusi dan sistem ekonomi dipelajari dalam ilmu sosiologi dan antropologi.

Para sosiolog mempelajari ilmu ekonomi kaitannya dengan bagaimana hal tersebut menghasilkan pembentukan institusi sosial, bagaimana institusi tersebut memengaruhi institusi sosial lainnya, serta bagaimana individu dan kelompok berinteraksi.

Sementara itu, para antropolog mempelajari ekonomi sebagai bagian dari sistem budaya yang lebih besar; bagaimana ekonomi memengaruhi budaya atau ekspresi budaya, juga sebaliknya, bagaimana praktik budaya memengaruhi sistem ekonomi masyarakat.

Contoh Hubungan Sosiologi dan Antropologi

Contoh hubungan sosiologi dan antropologi dapat ditemukan di sekitar kita. Salah satu contoh hubungan kedua ilmu tersebut adalah ketika seseorang yang berpindah tempat dari pedesaan ke perkotaan.

Seseorang yang berpindah tersebut tentu mengalami proses adaptasi di tempat baru untuk bertahan. Dalam aspek sosiologi, seseorang tersebut akan mampu bersosialisasi dan beradaptasi yang memiliki kebudayaan yang berbeda dari desanya. Antropologi berperan untuk melihat perbedaan kebudayaan di pedesaan dan perkotaan.

Baca juga artikel terkait SOSIOLOGI atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fadli Nasrudin