Menuju konten utama

Harga Minyak Dunia Turun Tipis saat AS-Iran Hampir Sepakat Damai

AS-Iran sudah hampir mencapai kesepakatan, tetapi prosesnya masih belum selesai membuat harga minyak tidak turun lebih dalam.

Harga Minyak Dunia Turun Tipis saat AS-Iran Hampir Sepakat Damai
Ilustrasi Konflik antara AS dan Iran. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak dunia turun seiring munculnya harapan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata.

Meski begitu, pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, bahwa kedua negara sudah “hampir” mencapai kesepakatan, tetapi prosesnya masih belum selesai membuat harga minyak tidak turun lebih dalam.

Harga minyak berjangka Brent untuk pengiriman Juli turun 35 sen atau 0,37 persen menjadi 93,36 dolar AS per barel. Sementara, kontrak minyak Brent untuk pengiriman Agustus, yang lebih aktif diperdagangkan, turun 46 sen atau 0,50 persen menjadi 92,24 dolar AS per barel.

Sedangkan harga minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) turun 63 sen atau 0,71 persen menjadi 88,27 AS per barel pada perdagangan Jumat (28/5/2026) pukul 01.05 waktu setempat.

Secara mingguan, harga minyak sudah melemah lebih dari 8 persen. Bahkan, harga Brent sempat menyentuh titik terendah di level 87,11 dolar AS per barel, jauh di bawah level tertinggi pekan lalu yang mencapai 109,47 dolar AS barel.

Pergerakan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir juga sangat fluktuatif. Harga minyak Brent dan minyak mentah AS bahkan bisa bergerak naik atau turun hingga 6 dolar AS dalam sehari.

Kondisi ini dipicu oleh sinyal yang saling bertentangan terkait kemungkinan berakhirnya perang Iran yang sudah berlangsung selama tiga bulan, serta potensi dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG).

Lalu lintas kapal di jalur laut tersebut masih jauh di bawah kondisi normal sebelum perang terjadi.

Sumber Reuters menyebut Amerika Serikat dan Iran pada Kamis telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata serta mencabut pembatasan pelayaran di . Namun, Presiden AS Donald Trump disebut masih belum memberikan persetujuan akhir.

Media pemerintah Iran juga menyatakan bahwa kesepakatan tersebut belum benar-benar difinalisasi.

Sementara itu, Vance sebelumnya mengatakan Washington dan Iran memang sudah semakin dekat menuju kesepakatan, tetapi prosesnya masih belum selesai. Ia juga menegaskan bahwa AS berada dalam posisi yang mampu memperlambat secara signifikan program nuklir Teheran.

JD Vance menambahkan, masih ada beberapa hambatan dalam pembicaraan antara AS dan Iran, terutama terkait cadangan uranium yang telah diperkaya milik Teheran serta persoalan pengayaan uranium.

“⁠Saya tidak bisa menjamin kesepakatan ini benar-benar akan tercapai, tetapi untuk saat ini saya cukup optimistis,” ujar dia, dikutip Reuters.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto