tirto.id - Harga minyak pada perdagangan Senin (25/5/2026) mencapai posisi terendah dalam dua pekan terakhir, di tengah optimisme kian dekatnya realisasi kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Meskipun, sampai saat ini kedua negara tetap berselisih mengenai isu-isu utama, termasuk blokade di Selat Hormuz yang terus membatasi pasokan minyak dari Timur Tengah.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun 4,71 dolar AS atau 4,55 persen ke posisi 98,83 dolar AS per barel pada pukul 22.34 waktu setempat. Sementara harga minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level 92,03 dolar AS per barel, turun 4,57 dolar AS atau sekitar 4,73 persen.
Posisi kedua acuan minyak untuk kontrak berjangka tersebut menyentuh level terendah sejak 7 Mei di awal sesi.
Sebelumnya, pada Sabtu (23/5/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington dan Iran telah "sebagian besar menegosiasikan" sebuah nota kesepahaman tentang kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz, yang mana sebelum konflik mampu membawa seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair global.
Meski begitu, kedua belah pihak masih tetap berselisih dalam beberapa masalah sulit. Dengan Trump mengatakan pada Minggu (24/5/2026) bahwa dia telah mengatakan kepada perwakilannya untuk tidak terburu-buru dalam meneken kesepakatan apa pun dengan Iran.
"Terlepas dari semua peringatan dan risiko yang masih ada pada kesepakatan damai dan Selat Hormuz, sekarang ada sedikit cahaya di ujung terowongan, yang akan membawa sedikit kelonggaran harga minyak jangka pendek," kata
Analis MST Marquee Saul Kavonic.
Namun, para analis memperkirakan bahwa akan memakan waktu berbulan-bulan bagi aliran minyak melalui selat untuk kembali normal dan fasilitas minyak dan gas yang rusak untuk diperbaiki.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






































