Menuju konten utama

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi Imbas AS Serang Kapal Iran

Serangan militer AS terhadap kapal-kapal Iran tersebut membuat pasar tetap gelisah melihat harga minyak dunia.

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi Imbas AS Serang Kapal Iran
Citra satelit menunjukkan terminal minyak di Pulau Kharg, Iran, 25 Februari 2026. 2026 Planet Labs PBC/Handout via REUTERS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan di awal perdagangan Selasa (26/5/2026), setelah militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan di Iran selatan yang diklaim sebagai tindakan defensif.

Serangan militer AS terhadap kapal-kapal Iran tersebut membuat pasar tetap gelisah karena melihat kondisi ini sebagai penghindaran dari kedua belah pihak untuk mengakhiri perang.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,40 dolar AS atau 1,5 persen menjadi 97,56 dolar AS per barel pada 00.06 waktu setempat, setelah pada perdagangan sebelumnya turun sekitar 7 persen.

Sementara, harga minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) mencapai level 91,25 dolar AS pada perdagangan hari ini, naik 5,30 dolar AS atau 5,5 persen dari penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026).

Sebelumnya, pada Senin (25/5/2026) media Iran telah melaporkan bahwa ledakan terdengar di Bandar Abbas Iran dan daerah pesisir terdekat di sepanjang Selat Hormuz.

Komando Pusat AS mengatakan pihaknya hanya melakukan serangan terhadap sasaran di Iran selatan, termasuk kapal yang berusaha meletakkan ranjau dan lokasi peluncuran rudal. Dalam hal ini serangan dilakukan untuk melindungi pasukan AS dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran.

Di sisi lain, negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya berada di Doha pada Senin untuk melakukan pembicaraan dengan perdana menteri Qatar mengenai kesepakatan potensial dengan AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Baik Washington maupun Teheran mengatakan mereka telah membuat kemajuan dalam sebuah ⁠memorandum pemahaman yang akan menghentikan perang dan memberi para negosiator waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir.

Sebelumnya, Nikkei melaporkan, mengutip sumber diplomatik Timur Tengah, bahwa Iran akan membersihkan ranjau dari selat dalam waktu 30 hari berdasarkan perjanjian tersebut, setelah itu kapal dari semua negara dapat menavigasi dengan bebas dan aman, dengan Teheran juga mengakhiri pengumpulan biaya transit.

Sementara itu, sejak perang dimulai Teheran telah secara efektif menghentikan hampir semua pengiriman minyak yang menuju maupun keluar dari Teluk di Selat Hormuz. Tindakan ini lantas mencekik sekitar seperlima dari aliran minyak dan gas global dan mendorong harga naik sebesar 50 persen atau lebih.

"Para pedagang bertaruh dengan sangat besar bahwa sebuah terobosan akhirnya akan membebaskan kapal tanker yang telah lama lumpuh yang terjebak di dalam dan sekitar Selat Hormuz," kata kepala analis pasar di KCM Trade, Tim Waterer, dikutip Reuters.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto