tirto.id - Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (6/4/2026) yang salah satunya dipicu ancaman serangan Trump ke Iran terkait batas waktu pembukaan Selat Hormuz. Hal ini melanjutkan tren kenaikan harga minyak mentah dunia karena perang Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel yang mengganggu pasokan minyak global.
Berdasarkan data Reuters, harga minyak acuan dunia Brent naik 2,4 Dolar AS atau 2,2 persen, menjadi 111,43 Dolar AS per barrel pada pukul 22.15 GMT. Sedangkan, harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) terkatrol 3 dolar AS atau 2,7 persen, menjadi 114,57 dolar AS per barel.
Sementara itu, pada Minggu (5/4/2026) yang bertepatan dengan Hari Raya Paskah 2026, Presiden AS Donald Trump merilis pernyataan penuh sumpah serapah. Ia mengancam bakal menargetkan pembangkit listrik dan jembatan Iran pada serangan di esok hari, jika Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan minyak strategis dunia tidak kunjung dibuka.
"Jika mereka tidak melakukan sesuatu pada Selasa malam, mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik dan tidak akan memiliki jembatan yang berdiri," kata Trump dalam wawancara kepada Wall Street, dikutip Reuters.
Trump kemudian memosting di media sosial, tanpa menyebutkan Iran atau detail lainnya: "Selasa, pukul 8:00 P.M. Waktu Timur!"
Sayangnya, perwakilan Gedung Putih tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar terkait unggahan tersebut.
Dalam sebuah pos terpisah sebelumnya pada hari Minggu, Trump mengatakan bahwa Iran akan menghadapi serangan infrastruktur jika tidak membuka selat pada hari Selasa, tetapi tidak memberikan waktu spesifik.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































