tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka opsi pembayaran barang lelang hasil rampasan perkara, dengan dicicil. Terutama, untuk barang tidak bergerak yang memiliki harga tinggi.
Direktur Labuksi KPK, Mungki Hadipratikto, mengatakan, hal itu akan dilakukan untuk mengatasi sulitnya barang rampasan berupa barang tidak bergerak laku dilelang.
"Ini memang sedang kami upayakan. Terima kasih. Jadi, KPK ini sedang melakukan koordinasi dengan beberapa bank himbara, di antaranya Bank Mandiri," kata Mungki kepada wartawan di Rupbasan KPK, Cawang, Jakarta Timur, Senin (8/9/2025).
Dia menjelaskan KPK akan mencoba skema pelunasan barang lelang dilakukan oleh pihak Bank. Kemudian, pihak yang memenangkan lelang akan mencicil ke Bank tersebut.
Dia mencontohkan sebuah pabrik yang dirampas dari Satrio Wibowo terkait kasus pengadaan APD di Kemenkes. Pabrik yang berlokasi di Kabupaten Bogor tersebut, akan dilelang pada 17 September 2025 dengan harga RpRp60,6 miliar dengan uang jaminan Rp30 miliar.
Mungki menyebut tidak semua kalangan dapat membeli pabrik tersebut. Sehingga, dengan adanya sistem cicilan akan memudahkan para peserta lelang.
"Jadi, karena misalnya Rp60 miliar, pabrik, dengan uang jaminan Rp30 miliar. Itu, kan, kalau misalnya kaum mendang-mending kayak saya kan berat sekali. Jadi, kalau misalnya lewat bank, skema pembiayaan, mungkin itu bisa lebih meringankan dan menarik minat lebih banyak lagi," tuturnya.
KPK akan menggelar lelang barang rampasan dari 27 perkara Rabu (17/9/2025) mendatang . Lelang tersebut dilakukan serempak di 11 KPKNL di seluruh Indonesia, dengan total nilai aset Rp166,1 miliar.
KPKNL yang menggelar lelang serempak:
1. KPKNL Jakarta III (46 Lot), Nilai Aset: Rp47.660.420.700,00
2. KPKNL Bandung (1 Lot), Nilai Aset: Rp2.891.690.000,00
3. KPKNL Bekasi (1 Lot), Nilai Aset: Rp768.319,000,00
4. KPKNL Bogor (10 Lot), Nilai Aset: Rp75.241.064.000,00
5. KPKNL Cirebon (3 Lot), Nilai Aset: Rp7.554.914,000,00
6. KPKNL Denpasar (1 Lot), Nilai Aset: Rp18.054.383.000,00
7. KPKNL Lahat (1 Lot), Nilai Aset: Rp1.148.402.000,00
8. KPKNL Pekanbaru (4 Lot), Nilai Aset: Rp4.344.397.000,00
9. KPKNL Purwokerto (4 Lot), Nilai Aset: Rp3.175.998.000,00
10. KPKNL Samarinda (10 Lot), Nilai Aset Rp1.803.706.000,00
11. KPKNL Tangerang I (2 Lot), Nilai Aset: Rp3.491.475.000,00
Masyarakat yang ingin menjadi peserta lelang, bisa mendaftar melalui laman lelang.go.id dan dapat melihat langsung sejumlah barang lelang pada Kamis (11/9/2025).
Mungki menjelaskan, salah satu barang lelang yang paling murah adalah kemeja sutra berwarna biru dengan harga Rp5700 dan uang jaminan senilai Rp2500 dari perkara Librato El Arif.
Kata Mungki, kemeja tersebut sebenarnya sudah dilelang pada pelelangan Juni 2025 lalu. Namun, pihak yang memenangkan lelang dengan sekitar harga Rp5 juta, melakukan wanprestasi dengan tidak melunasi kemeja tersebut.
Pada lelang September 2025 ini, kemeja tersebut kembali dilelang. Kata Mungki, orang yang melakukan wanprestasi tersebut, diblokir dan tidak bisa mengikuti lelang KPK lagi.
Bukan hanya kemeja, banyak barang lainnya seperti rumah, tanah, motor, dan sepeda yang turut dilelang. Banyak juga handphone dengan berbagai merek, perhiasan dengan harga-harga fantastis. Serta mobil-mobil mewah yang merupakan hasil barang rampasan.
Mungki juga menyebut hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh KPK untuk melakukan pemulihan aset. Hasil lelang, akan disetorkan ke kas negara.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































