tirto.id - Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi per 1 Agustus 2025. Penurunan harga ini berlaku untuk jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo (RON 98) di berbagai wilayah Indonesia, sementara harga BBM subsidi tetap tidak mengalami perubahan.
Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax turun menjadi Rp12.200 per liter, dari sebelumnya Rp12.500. Sementara itu, Pertamax Turbo kini menjadi Rp13.200 per liter, lebih rendah dibanding harga sebelumnya sebesar Rp13.500. Penurunan ini juga terjadi di berbagai provinsi lainnya.
Salah satu penurunan paling signifikan terjadi di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam. Harga Pertamax Turbo kini hanya Rp12.550 per liter, turun tajam dari sekitar Rp13.700 per liter pada September 2024.
Sementara Pertamax di Batam menjadi Rp11.700 per liter, lebih murah dibanding harga tahun lalu yang berada di kisaran Rp12.400–Rp12.600. Penurunan ini menunjukkan adanya perbedaan dinamika pasar antarwilayah, terutama di kawasan perdagangan bebas seperti Batam.
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2025 Pertalite hingga Pertamax
Untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, harga tetap seragam di seluruh wilayah Indonesia, yakni Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Biosolar (subsidi).
Penyesuaian harga BBM ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga minyak dunia, kurs, serta biaya distribusi di masing-masing daerah. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pasokan dan memastikan harga BBM tetap kompetitif serta terjangkau bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Dilansir dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, berikut ini merupakan daftar lengkap harga BBM terbaru mulai dari Pertalite hingga Pertamax, yang efektif berlaku per 1 Agustus 2025: Dengan adanya penyesuaian ini, masyarakat diharapkan dapat lebih cermat dalam memantau harga BBM sesuai wilayah masing-masing. Pertamina juga terus berkomitmen menyediakan energi yang terjangkau dan mudah diakses demi mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi nasional.Wilayah Pertamax Turbo Pertamax Green 95 Pertamax Pertalite Prov. Aceh 13,500 - 12,500 10,000 Free Trade Zone (FTZ) Sabang - - 11,500 10,000 Prov. Sumatera Utara 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Sumatera Barat 13,800 - 12,800 10,000 Prov. Riau 13,800 - 12,800 10,000 Prov. Kepulauan Riau 13,800 - 12,800 10,000 Free Trade Zone (FTZ) Batam 12,550 - 11,700 10,000 Prov. Jambi 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Bengkulu 13,800 - 12,800 10,000 Prov. Sumatera Selatan 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Bangka-Belitung 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Lampung 13,500 - 12,500 10,000 Prov. DKI Jakarta 13,200 13,000 12,200 10,000 Prov. Banten 13,200 13,000 12,200 10,000 Prov. Jawa Barat 13,200 13,000 12,200 10,000 Prov. Jawa Tengah 13,200 13,000 12,200 10,000 Prov. DI Yogyakarta 13,200 13,000 12,200 10,000 Prov. Jawa Timur 13,200 13,000 12,200 10,000 Prov. Bali 13,200 - 12,200 10,000 Prov. Nusa Tenggara Barat 13,200 - 12,200 10,000 Prov. Nusa Tenggara Timur 13,200 - 12,200 10,000 Prov. Kalimantan Barat 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Kalimantan Tengah 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Kalimantan Selatan 13,800 - 12,800 10,000 Prov. Kalimantan Timur 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Kalimantan Utara 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Sulawesi Utara 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Gorontalo 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Sulawesi Tengah 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Sulawesi Tenggara 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Sulawesi Selatan 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Sulawesi Barat 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Maluku - - 12,500 10,000 Prov. Maluku Utara - - 12,500 10,000 Prov. Papua 13,500 - 12,500 10,000 Prov. Papua Barat - - 12,500 10,000 Prov. Papua Selatan - - 12,500 10,000 Prov. Papua Pegunungan - - 12,500 10,000 Prov. Papua Tengah - - 12,500 10,000 Prov. Papua Barat Daya - - 12,500 10,000
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Yantina Debora
Masuk tirto.id































