tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, belum berpikir untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PPP dalam Muktamar PPP yang digelar dalam waktu dekat. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mendorong agar tokoh lain memimpin partai berlambang ka'bah itu.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menanggapi namanya masuk daftar calon Ketua Umum PPP bersama tujuh kandidat lainnya.
"Kan banyak yang lain, jangan saya, ampun," ucap Gus Ipul di Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2025).
Gus Ipul menegaskan, dirinya saat ini fokus menjalankan tugas-tugas sebagai Menteri Sosial.
"Saya tak nuntaskan tugas-tugas saya dulu, tapi memang sampai sekarang terus terang belum berpikir," tutur Gus Ipul.
Diketahui, Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Romahurmuziy, mengungkapkan sejumlah nama Calon Ketua Umum PPP telah bergerilya mencari dukungan suara untuk menjadi pengganti Mardiono di kepengurusan mendatang. Dia menyebut, ada delapan nama yang mencuat untuk diusung menjadi ketua umum PPP, tiga dari internal dan lima dari eksternal.
"Tentu nama-nama yang muncul tingkat agresivitasnya berbeda. Ada yang sudah sosialisasi dengan DPW atau DPC. Ada yang baru sowan para sesepuh ulama. Ada yang sudah konsolidasi. Ada yang sudah niat, kemudian ngerem. Bahkan ada yang diunggulkan, tapi masih ditunggu kesediaannya. Tapi setidaknya komunikasi itu ada," kata Romahurmuziy, dalam keterangan pers kepada Tirto, Rabu (14/5/2025).
Kedelapan nama itu adalah Arwani Thomafi, Taj Yasin, Sandiaga Uno, Saifullah Yusuf, Dudung Abdurrachman, Abdul Rahman, Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto. Namun, pria yang dikenal dengan panggilan Gus Romy itu mengatakan, PPP masih membuka bila ada pihak lain yang ingin mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PPP.
"Intinya, dinamika menuju muktamar ini menuju satu arah yaitu mencari ketua umum baru," kata dia.
Romahurmuziy menegaskan penolakannya terhadap keberlanjutan kepemimpinan Mardiono. Menurutnya, Mardiono yang menjadi Plt. Ketua Umum PPP tersebut telah gagal menjalankan tugasnya membawa PPP masuk ke DPR RI.
"Bahwa kepemimpinan saat ini sudah gagal mempertahankan PPP di Senayan. Jadi, untuk dimajukan lagi sebagai Caketum jelas sudah sangat tidak layak. Hampir seluruh DPW dan DPC sangat setuju dengan hal ini," kata dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id




























