tirto.id - Penjualan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada kuartal I-2025 penjualan anjlok 43,86 persen dari 92,25 juta dolar AS ke 51,79 juta dolar AS.
Penurunan penjualan ini berkontribusi pada rugi usaha 1,86 juta dolar AS. Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya PBRX mencatat laba usaha 5,09 juta dolar AS.
Direktur PBRX, Fitri Ratnasari Hartono, mengatakan penurunan penjualan di kuartal I-2025 adalah dampak dari gugatan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diterima perseroan pada Mei 2024. PKPU ini langsung memukul perseroan dari segi penjualan.
Situasi perseroan pun semakin buruk seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik dan pengenaan tarif resiprokal AS.
“Karena pada tahun 2024 kuartal pertama kita belum ada efek PKPU. Jadi pada tahun 2024 secara keseluruhan sales kita drastically turun, karena memang ada PKPU (Mei), kemudian dari global juga ada beberapa situasi yang menyebabkan sales menurun,” katanya dalam Public Expose, Jumat (18/7/2025).
Fitri menjelaskan, pada kuartal I-2024 orderan pembuatan pakaian atau produk garmen sudah masuk sejak 2023, sehingga penjualan dapat meningkat. Sedangkan, sejak adanya PKPU, orderan yang diterima berkurang karena modal kerja juga turun. Hal ini berimbas pada penjualan di sisa tahun hingga saat ini.
“Karena di 2024 kuartal pertama order-order sudah kita terima di akhir 2023, sehingga nggak terlalu terpengaruh. Tetapi kemudian karena kita ada PKPU di bulan Mei, jadi order selanjutnya dari tahun 2024 terpengaruh sampai sekarang,” ujarnya.
Sepanjang 2024 penjualan perseroan mengalami penurunan signifikan sebesar 44,9 persen dari 581,6 juta dolar AS ke 319,9 juta dolar AS. Tak hanya itu, nilai aset perseroan juga turun drastis 63,16 persen dari 696,8 juta dolar AS ke 257,6 juta.
Menurut Corporate Secretary PBRX, Satrio Boediarto, penurunan nilai aset ini lantaran adanya pelepasan aset impairment. “Beberapa aset tertentu yang tidak aktif dan tidak lagi dapat memberikan kontribusi terhadap kegiatan operasional maupun manfaat ekonomi dalam waktu beberapa tahun ke depan,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































