tirto.id - Gojek menguji coba skema biaya pembatalan (cancellation fee) sebesar Rp3.000 untuk layanan GoCar di sejumlah kota sejak Selasa, (3/2/2026). Dalam skema tersebut, seluruh biaya pembatalan yang dibayarkan pelanggan akan diberikan kepada mitra pengemudi sebagai bentuk kompensasi atas waktu tunggu maupun perjalanan menuju titik penjemputan yang telah dilakukan.
Kepala Komunikasi Gojek Indonesia, Taher Saleh, membenarkan Gojek tengah menerapkan kebijakan tersebut. Dia menyebut skema ini fair karena syaratnya adalah driver sudah sampai di titik penjemputan.
“Kalau dia belum sampai, tidak akan ada biaya, dan ini 100% masuk ke driver,” kata Taher saat dikonfirmasi Tirto, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan pernyataan resmi Gojek di laman resminya, biaya pembatalan dapat dikenakan dalam dua skenario.
Pertama, pembatalan yang dilakukan oleh pelanggan. Biaya pembatalan berlaku apabila pelanggan membatalkan pesanan saat driver telah tiba di titik penjemputan, atau saat driver sudah berjalan lebih dari 1 kilometer menuju titik jemput, atau waktu sudah berlalu 7 menit sejak pelanggan mendapatkan driver dan driver sudah bergerak menuju titik penjemputan.
Kedua, pembatalan yang dilakukan oleh driver. Biaya pembatalan juga berlaku apabila driver membatalkan pesanan setelah menunggu penumpang di titik penjemputan selama 10 menit atau lebih.
Dalam kedua skenario tersebut, seluruh biaya pembatalan akan 100% dibayarkan kepada mitra driver sebagai bentuk kompensasi atas waktu tunggu maupun proses penjemputan yang sudah dilakukan.
Gojek juga mengonfirmasi bahwa mekanisme biaya pembatalan ini hanya berlaku untuk layanan GoCar selain GoCar Instant dan GoCar Rental serta belum mencakup GoRide.
Pembayaran biaya pembatalan dilakukan secara cashless melalui GoPay, kartu, atau e-wallet. Bagi pelanggan yang memilih metode tunai, sistem akan mencatat biaya yang perlu dibayarkan sebelum pelanggan dapat memesan kembali.
Uji coba skema ini diterapkan secara bertahap di sejumlah kota, yakni Bali, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Bandung, Malang, dan Makassar. Gojek menyebut penerapan skema ini akan dievaluasi secara berkala sebelum diimplementasikan ke kota-kota lain.
Pihak Gojek menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang lebih adil bagi seluruh pihak, termasuk mitra driver yang selama ini kerap dirugikan akibat pembatalan sepihak.
“Biaya pembatalan ini sepenuhnya diberikan kepada driver sebagai upaya Gojek untuk menciptakan skema yang adil bagi seluruh pihak dalam ekosistem kami,” tulis akun resmi @gojekindonesia di platform X.
Penulis: Nanda Surya
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































