tirto.id - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue. Aksi korporasi ini akan melibatkan partisipasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau API yang akan menyertakan asetnya secara non-tunai (inbreng) ke dalam GMFI.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, API akan menyetorkan aset kepada GMFI sebagai bentuk partisipasi dalam right issue. Dengan demikian, setelah PMHMETD terlaksana, API secara resmi akan menjadi pemegang saham GMFI.
GMFI berencana menerbitkan maksimal 124.269.948.745 lembar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp25 per lembar. Harga penawaran saham dalam right issue ini akan ditetapkan dan diumumkan kemudian dalam prospektus, dengan mematuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berlaku.
Pelaksanaan right issue ini diproyeksikan membawa dampak signifikan bagi struktur keuangan GMFI. Penyertaan aset non-tunai dari API diperkirakan akan langsung meningkatkan aset tetap perusahaan setidaknya sebesar Rp5,664 triliun.
Analisis perusahaan menunjukkan perbaikan ekuitas yang drastis. Per 30 Juni 2025, ekuitas yang sebelumnya negatif 248,99 juta dolar AS diproyeksikan membaik menjadi positif 102,86 juta dolar AS setelah inbreng aset dari API. Secara keseluruhan, penambahan modal diestimasikan memperbaiki total ekuitas sebesar 351,85 juta dolar AS.
Beberapa rasio keuangan juga diperkirakan membaik. Current ratio diproyeksikan naik dari 87,91 persen menjadi 90,69 persen. Return on Equity (ROE) yang sebelumnya negatif 3,52 persen diproyeksikan melonjak menjadi positif 8,52 persen. Meski Return on Asset (ROA) dan Return on Investment (ROI) diperkirakan turun, langkah ini dinilai penting untuk penguatan modal.
Dana yang diperoleh dari penambahan modal ini rencananya akan dialokasikan untuk pengembangan kapabilitas dan operasional perawatan pesawat terbang.
“Rencana penggunaan dana atas penambahan modal untuk pengembangan capability dan operasional perawatan pesawat terbang,” tulis GMFI dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (18/9/2025).
Perusahaan menargetkan untuk menyelesaikan penambahan modal ini dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan sejak persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), setelah memperoleh pernyataan efektif dari OJK.
Namun, bagi pemegang saham publik yang tidak mengambil bagian dalam right issue, kepemilikan saham mereka berpotensi mengalami pengenceran (dilusi) maksimal hingga 76,79 persen jika seluruh hak right issue tersebut diambil oleh pemegang saham yang berhak.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id







































