Menuju konten utama

Garuda Baru Terima 1 Boeing, 49 Pesawat Lainnya Tiba di 2030

Rosan menyebut pembelian 50 pesawat Boeing untuk Garuda Indonesia sudah diteken sejak sebelum Covid-19.

Garuda Baru Terima 1 Boeing, 49 Pesawat Lainnya Tiba di 2030
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani. ANTARA/HO-Kadin Indonesia/pri.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa kesepakatan pembelian 50 pesawat Boeing oleh Garuda Indonesia telah ditandatangani sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Namun, hingga saat ini, baru satu unit yang telah dikirim, sementara 49 unit lainnya masih tertunda dengan estimasi pengiriman paling cepat pada 2031-2032.

"Sebetulnya kesepakatan itu antara Boeing dan Garuda itu sudah ada, sudah ada sebelum Covid-19," katanya di Kompleks BKPM, Selasa (29/7/2025).

Rosan menjelaskan, Boeing dan Garuda telah melakukan pertemuan untuk membahas kelanjutan komitmen ini. Dia menjelaskan alasan kenapa pesawat-pesawat itu dipesan saat ini. Hal ini lantaran proses produksi dan pengiriman pesawat memakan waktu lama.

"Boeing ini memang delivery-nya baru tahun 2031-2032. Jadi masih 6-7 tahun dari sekarang. Nah, kita kan mesti antisipasi. Kalau kita baru memesannya misalnya nanti tahun 2030, mungkin datangnya baru berapa tahun lagi," ujarnya.

Untuk itu, sambil menunggu proses pembelian dan pengiriman pesawat ini rampung, Garuda akan mengoptimalkan armada yang ada, termasuk pesawat yang saat ini grounded.

Adapun, Danantara baru saja mengucurkan pinjaman modal 400 juta dolar AS untuk perawatan dan perbaikan pesawat yang tidak beroperasi.

"Karena sekarang Garuda average terbang pesawatnya itu per hari baru 5 jam. Idealnya 12 jam. Jadi kita bilang optimalkan dulu, pertama pesawat yang di-ground-ed untuk bisa terbang," tuturnya.

Meski pengiriman tertunda, Rosan menegaskan komitmen pembelian 50 pesawat tetap dijalankan. Di sisi lain, pihaknya akan mencoba melakukan renegosiasi syarat dan ketentuan untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih menguntungkan.

"Tapi mungkin kita akan coba renegosiasi lagi dari term and condition-nya yang lebih baik. Karena sekarang kami ingin supaya manajemen, bukan hanya Garuda, semuanya pemikirannya sesuatu. Jangan hanya pemikirannya hanya dua tahun tiga tahun, atau 4-5 tahun gitu," tuturnya.

Baca juga artikel terkait ROSAN ROESLANI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana